Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan insiden itu terjadi pada pukul 14.00 WIB, Selasa kemarin. Pengeroyokan terjadi ketika dua ormas yakni Gajah Putih dan Ormas Manggala Garuda Putih terlibat pertikaian di Jalan Lebaksari, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.
"Pertikaian itu membuat warga sekitar merasa resah. Dan melaporkan kepada dua orang petugas Brimob Polda Jabar yang saat itu sedang bertugas di perkebunan Teh Cikembang," ujar Yusri dalam pesan singkatnya, Rabu (9/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi pertikaian itu akibat saling ejek karena Amang ini juga sempat meminta uang. Dahlan lapor ke teman-temannya kemudian datang 15 orang, sampai di lokasi kejadian Ormas Gajah Putih bertemu sama Amang dan menganiaya dia. Di situlah terjadi pertamanya pertikaian," jelasnya.
Aksi saling balas pun terjadi. Ormas Manggala Garuda Putih kembali membalas menganiaya dua anggota dari Gajah Putih. Setelah pertikaian berlangsung anggota Brimob datang ke lokasi bermaksud untuk melerai. Namun saat Bripka Ana meminta keterangan kepada Amang, Bripda Tiana mengambil kamera, untuk mengambil dokumentasi.
"Ternyata dari kelompok Amang tak terima, ada sekitar 20 orang langsung melakukan pengeroyokan terhadap kedua anggota Brimob. Salah satu ormas yang mengeroyok pakai baju Manggala Garuda Putih," tuturnya.
Tak hanya dikeroyok, dua senapan laras panjang milik kedua anggota Brimob turut dirampas oleh kelompok Amang. Satu senpi berhasil ditemukan, sementara satu lagi masih dicari kepolisian
"Dua senjata sempat diambil oleh mereka. Dan dari dua senjata laras panjang yang dirampas baru satu yang berhasil ditemukan oleh pihak Polsek Kertasari di sekitar lokasi kejadian, sememtara satu lagi jenis SS-1 masih dicari," tambahnya.
Dengan penuh luka, mereka melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi setempat. Polisi langsung turun dan mengamankan sejumlah orang yang diduga pelaku penganiayaan.
"Tujuh orang yang ditangkap polisi dan telah diamankan. Karena mereka ini diduga telah melakukan penganiayaan kepada mereka berdua," pungkasnya. (ern/ern)











































