"Ada 54 unit rumah warga yang rusak akibat hujan es dan puting beliung malam tadi, terbanyak di Kp Mekarsari sebanyak 18 unit. Selain karena pohon tumbang juga karena genting terbang, juga ada yang atapnya ambruk. Selain rumah ada bangunan SDN Sindangkarya juga rusak bahkan nyaris ambruk," kata Kepala Desa Jastisari Asep Wahyu kepada detikcom, Selasa (8/11/2016).
Asep menyebut saat ini aparat desa bersama sejumlah anggota TNI dari Koramil Bojongpicung berupaya membersihkan dahan dan ranting pohon yang menimpa bangunan sekolah. "Dua ruang kelas rusak dan tidak bisa digunakan, termasuk ruang perpustakaan. Anak-anak terpaksa ada yang belajar di teras sekolah," lanjut dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Saepuloh, terjangan angin puting beliung terjadi malam hari disertai hujan lebat. "Beberapa warga merasakan hujan es, karenanya banyak genting rumah selain beterbangan juga pecah akibat terpaan air hujan es tersebut," katanya.
Imas (43), salah seorang warga menyebutkan, sebelum atap-atap rumah warga beterbangan, ia mendengar suara gemuruh yang sangat kencang serta bunyi hujan yang keras. "Suasananya ngeri sekali, warga tidak berani keluar rumah. Tapi setelah datang angina terpaksa keluar menyelamatkan diri takut rumahnya ambruk," kata Imas.
Ibu dua anak ini mengaku juga menjadi korban karena atap rumahnya rusak termasuk pagar rumah yang jebol. "Genting-genting rumah beterbangan. Pagar bambu juga rusak. Untungnya tidak sampai ambruk," tandasnya. (try/try)










































