Puting Beliung dan Hujan Es Terjang Cianjur, Puluhan Rumah Rusak

Puting Beliung dan Hujan Es Terjang Cianjur, Puluhan Rumah Rusak

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 08 Nov 2016 16:21 WIB
Puting Beliung dan Hujan Es Terjang Cianjur, Puluhan Rumah Rusak
Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom
Cianjur - Puluhan rumah rusak di Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, rusak setelah diterjang angin puting beliung bercampur hujan yang terjadi pada Senin (7/11) malam. Hasil pendataan yang dilakukan Desa Jatisari sedikitnya ada 54 rumah yang rusak akibat peristiwa tersebut.

"Ada 54 unit rumah warga yang rusak akibat hujan es dan puting beliung malam tadi, terbanyak di Kp Mekarsari sebanyak 18 unit. Selain karena pohon tumbang juga karena genting terbang, juga ada yang atapnya ambruk. Selain rumah ada bangunan SDN Sindangkarya juga rusak bahkan nyaris ambruk," kata Kepala Desa Jastisari Asep Wahyu kepada detikcom, Selasa (8/11/2016).

Asep menyebut saat ini aparat desa bersama sejumlah anggota TNI dari Koramil Bojongpicung berupaya membersihkan dahan dan ranting pohon yang menimpa bangunan sekolah. "Dua ruang kelas rusak dan tidak bisa digunakan, termasuk ruang perpustakaan. Anak-anak terpaksa ada yang belajar di teras sekolah," lanjut dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu Ketua RT 06, Saepuloh (55) menuturkan, di kampungnya ada 18 rumah warga yang rusak, dan empat diantaranya nyaris ambruk akibat tertimpa pohon petai dan mahoni. "Tidak ada korban jiwa, tapi beberapa warga terpaksa mengungsi karena rumahnya rusak dan untuk sementara tidak bisa ditinggali," tuturnya.

Dikatakan Saepuloh, terjangan angin puting beliung terjadi malam hari disertai hujan lebat. "Beberapa warga merasakan hujan es, karenanya banyak genting rumah selain beterbangan juga pecah akibat terpaan air hujan es tersebut," katanya.

Imas (43), salah seorang warga menyebutkan, sebelum atap-atap rumah warga beterbangan, ia mendengar suara gemuruh yang sangat kencang serta bunyi hujan yang keras. "Suasananya ngeri sekali, warga tidak berani keluar rumah. Tapi setelah datang angina terpaksa keluar menyelamatkan diri takut rumahnya ambruk," kata Imas.

Ibu dua anak ini mengaku juga menjadi korban karena atap rumahnya rusak termasuk pagar rumah yang jebol. "Genting-genting rumah beterbangan. Pagar bambu juga rusak. Untungnya tidak sampai ambruk," tandasnya. (try/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini