"Tindakan tegas dan terukur akan kita berikan kepada para pelaku kejahatan, kalau sudah meresahkan warga," tegas Nana saat ditemui di Mapolda Jabar, Selasa (8/11/2016).
Menurut Nana, pihaknya selalu mengingatkan kepada jajarannya untuk mewaspadai adanya aksi jambret atau begal di wilayahnya masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nana mengklaim selama ini sistem komunikasi yang dilakukan oleh seluruh kepolisian di Jawa Barat berjalan dengan baik. Termasuk dalam hal koordinasi dengan seluruh satuan di masing-masing Polres.
"Kita selalu cek kegiatan yang ada di seluruh Polres. Kita lakukan komunikasi dengan baik dan itu berjalan dari dulu untuk menindaklanjuti adanya aksi kejahatan jalanan," jelasnya.
Yang terpenting saat ini kata Nana, adalah upaya pencegah aksi kriminalitas. Upaya ini dinilai lebih efektif untuk menekan angka kejahatan.
"Paradigma baru kita lebih mengedepankan upaya prefentif, kita lebih mengedepankan pencegahan kejahatan dari pada penindakan, tapi tidak berarti penindakan dikurangi tetap kita tingkatkan juga," tandasnya.
Sementara itu Kapendam III Siliwangi Kolonel Arh MD Ariyanto menyatakan TNI juga terus menggelaer patroli malam demi menjaga kondusifitas di Kota Bandung dari aksi-aksi kriminalitas. "Kami masih tetap patroli malam," kata Ariyanto via pesan singkat.
Patroli malam biasanya dilaksanakan setiap hari mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Selain mengawal keamanan kota, tindakan penertiban dilakukan kepada geng motor kriminal yang berkeliaran malam hari.
Menurut Ariyano, selama ini jajaran personel Kodam Siliwangi di Jabar dan Banten, selalu berkerja sama dengan aparat kepolisian untuk mewujudkan rasa aman bagi masyarakat. "Kami tidak akan pernah surut back up polisi dalam melaksanakan tugasnya menjaga kondusifitas dan keamanan," kata Ariyanto.
Kurun waktu 17 hari dua mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi korban begal di dua lokasi berbeda yaitu Jalan Djuanda (Dago) dan Jalan Tamansari.
Pada Minggu (6/11), sekitar pukul 05.30 WIB, Rifqi Zaidan Muharri (20) bersimbah darah setelah bagian kepalanya dan lutut dibacok oleh emoat orang pelaku yang mengendarai sepeda motor. Para pelaku merampas sepeda motor milik Rifqi. Saat itu korban akan pulang ke kosannya. Namun korban diserang di Jalan Tamansari, Kecamatan Coblong. Rifqi mendapatkan penanganan intensif di Rumah Sakit Borromeus Bandung.
Kasus sebelumnya terjadi pada Kamis dini hari, 20 Oktober lalu. Korban yaitu Rizal Aziz Muhammad, mahasiswa ITB, saat itu dibonceng teman satu kampus menggunakan sepeda motor. Keduanya, sekitar pukul 00.30 WIB, pulang dari kampus ITB, Jalan Ganeca. Sewaktu melintas Jalan Dago atau tepatnya depan Kedai Timbel Dago, kendaraan mereka dipepet empat orang yang mengendarai dua motor secara berboncengan.
Salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam yang diduga samurai. Pelaku mengayunkan sajam tersebut ke arah tubuh Rizal yang mengenai bahu dan leher. Korban yang terkena sabetan samurai berhenti di Simpang Dago. Sementara pelaku melarikan diri. Rizal diboyong ke Rumah Sakit Borromeus Bandung.
Tak hanya mahasiswa, kemarin ibu hamil juga menjadi korban begal. Tasnya dirampas di Jalan Ambon. Korban sempat terjatuh saat mencoba mempertahankan tasnya. (bbn/bbn)











































