Kota Bandung Bakal Punya Kereta Metro Kapsul

Kota Bandung Bakal Punya Kereta Metro Kapsul

Avitia Nurmatari - detikNews
Senin, 07 Nov 2016 14:05 WIB
Kota Bandung Bakal Punya Kereta Metro Kapsul
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Foto: Dikhy Sasra
Bandung - Pemkot Bandung bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membangun Metro Kapsul pada awal 2017 mendatang. Kereta dengan rel melayang tersebut bakal dibangun di jalur tersibuk di Kota Bandung.

Metro Kapsul ini akan dimulai dari Jalan Stasiun Barat menuju Jalan Pasir Kaliki, Jalan Kebon Jati, Jalan Kebon Jati, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Dalem Kaum, Jalan Dewi Sartika, Jalan Kepatihan kemudian kembali ke Jalan Otto Iskandardinata menuju ke Stasiun Bandung.

Metro Kapsul diproduksi di Subang, Jawa Barat, ini beroperasi di jalur sepanjang 2.850 meter. Platform Metro Kapsul rencananya didirikan di tiga titik yaitu Terminal Angkot Stasiun Hall, Pasar Baru Trade Center dan pedestrian di Jalan Dalem Kaum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sekali beroperasi, ada 4 unit Metro Kapsul yang berjalan beriringan dan dikemudikan secara otomatis. Pihak PT Teknik Rekayasa Kereta Kapsul (Trekka) selaku produsen juga telah menyiapkan dua unit Metro Kapsul cadangan.

Moda transportasi baru ini akan beroperasi di atas rel yang melayang (elevated) sehingga tidak membutuhkan banyak ruang dan tidak perlu pembebasan lahan. Kapasitasnya pun cukup banyak, yakni bisa memuat hingga 50 penumpang setiap unitnya.

Terkait pembangunan ini, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil Sabtu (5/11/2016) lalu sudah melakukan pertemuan dengan Kementrian Perhubungan. Pria yang karib disapa Emil itu diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan di Kota Bandung.

"Jalur ini ialah jalur perdagangan tersibuk di Kota Bandung. Apalagi ini melewati Pasar Baru yang selalu padat oleh wisatawan yang akan berbelanja," ujar Emil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (7/11/2016).

Emil berharap rencana tersebut bisa segera terealisasi. Ia berharap akhir 2017 ini moda transportasi massal buatan dalam negeri ini sudah bisa beroperasi.

"Anggarannya dari investor kepada pemerintah pusat. Sebesar 500 miliar rupiah. Kita hanya mengurus perizinan saja," ucap Emil. (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads