Rifqi, merupakan mahasiswa jurusan teknik Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat itu korban dalam perjalanan menuju indekosnya yang berada di kawasan Dago sekitar pukul 05.03 WIB.
"Korban dari Masjid Salman (ITB) mau ke indekosnya untuk mengambil bahan kuliah yang tertinggal," kata Kasubbag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Reny Marthaliana via pesan singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika korban melawati kendaraan pelaku, tiba-tiba para pelaku menyerang korban tanpa sebab," tutur dia.
Baca juga: Mahasiswa ITB Dibacok di Dago saat Pulang dari Kampusnya
Ia melanjutkan korban sempat mempercepat kendaraannya untuk menghindari serangan para pelaku. Namun korban terjatuh di sekitar pintu masuk Sabuga hingga tak sadarkan diri akibat luka bacokan di kepala dan lutut bagian kanan.
"Korban masih dirawat di rumah sakit akibat luka bacokan di kepala dan lututnya," ujar dia.
Adapun barang milik korban yang diambil, yaitu satu unit sepeda motor Honda Supra 125 dengan plat nomor B 3629 TSE. Kasus ini sedang ditangani oleh Polsek Coblong dan sedang mengejar para pelaku begal tersebut.
Serangan terhadap mahasiswa ITB juga sebelumnya terjadi pada Kamis dini hari, 20 Oktober lalu. Rizal Aziz Muhammad saat itu dibonceng temannya pakai sepeda motor. Keduanya pulang dari kampusnya skeitar pukul 00.30 WIB. Saat melintas Jalan Dago tepatnya depan Kedai Timbel Dago, kendaraan mereka dipepet oleh 4 orang yang mengendarai 2 motor secara berboncengan.
Aksi saling kejar berlangsung. Salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam yang diduga berjenis samurai. Pelaku langsung mengayunkan sajam tersebut ke arah tubuh Rizal, dan mengenai antara bahu dan lehernya. Korban yang terkena sabetan samurai berhenti di Simpang Dago. Sementara pelaku melarikan diri. (ern/ern)










































