Satu mobil bercat putih nopol D 1046 AEN yang tepergok para pengunjuk rasa itu sempat digiring ke lokasi parkir taksi di depan gedung kampus Unpar Pascasarjana, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu (2/11/2016). "Iya ini mobilnya (Taksi Uber) tadi diberhentikan," kata perosnel Satlantas Polrestabes Bandung Aiptu Sigit.
Sejumlah sopir taksi tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap pengemudi taksi online. Sang sopir, Ferry Hermawan, hanya bisa diam saat mobilnya digiring ke lokasi demo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya tadi lagi di BIP, pas mau menaikan penumpang, trus tiba-tiba ada sopir taksi yang nyamperin. Ya sudah saya ngaku saja, daripada ada apa-apa nantinya," kata Ferry kepada detikcom saat ditemui di lokasi unjuk rasa.
Ferry berwajah tegang dan kaget dengan kejadian ini. Ia mengaku tidak tahu jika hari ini tengah berlangsung unjuk rasa para sopir taksi di Kota Bandung.
"Saya dari rumah tadi, terus ada penumpang. Ya saya datang, eh tahunya lagi ada demo," ujarnya.
Tak berselang lama, Ferry bisa bernafas lega setelah dipersilahkan pulang oleh para pendemo. Sebelum pamit pulang, Ferry menyampaikan permohonan maaf.
"Ya saya minta maaf kepada semuanya," ucap Ferry singkat.
Kondisi arus lalu lintas hingga siang ini masih terpantau padat. Polisi masih menutup jalan dari arah Jalan Merdeka atas tepatnya dari BIP menuju ke arah Polrestabes Bandung. Kendaraan kembali dialihkan ke Jalan Aceh masuk ke Wastukencana untuk diluruskan langsung ke Jalan Braga. Polisi masih berjaga-jaga mengatur arus lalin di kawasan demo. (bbn/bbn)











































