Sang orator silih berganti menyuarakan aspirasinya. Mereka meminta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil hadir menemui mereka dan memberikan solusi.
Keberadaan transportasi online disebut menjadi penyebab menurunnya pendapatan mereka. Sejak hadirnya transportasi online di Kota Bandung, para sopir taksi mengaku pendapatan mereka menurun hingga 75 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendemo datang ke Balai Kota Bandung untuk menagih janji Emil, sapaan karib Ridwan Kamil, agar jangan mengizinkan transportasi online beroperasi di Bandung.
"Wali Kota keluarkan statemen bahwa Grab dan Uber tidak diizinkan beroperasi di Bandung. Kami tunggu selama 6 bulan. Kami sudah bertahan. Jangankan untuk setoran, untuk makan pun tidak mampu," terang Tedi.
Tedi meminta Pemkot Bandung mengeluarkan kebijakan untuk menyelamatkan nasib para sopir taksi.
"Tolong diperhatikan. Kami masyarakat kecil. Kami sama-sama pengemudi yang terpanggil. Kebijakan apa yang diambil oleh Pemkot Bandung, setidaknya ada yang bisa menahan, jangan biarkan begitu saja," tegasnya.
Massa masih bersikukuh menanti Emil menemui mereka. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung sempat akan menemui mereka namun ditolak.
"Kami tidak mau diwakili. Kami mau Ridwan Kamil datang ke sini. Keluar! Jangan sembunyi di bawah meja," kata orator.
Sementara itu sejak Selasa (1/10/2016) kemarin, Emil bertolak ke Jakarta. Hingga hari ini Emil masih berada di Jakarta. (avi/err)











































