Ridwan Kamil Luncurkan Edubox di 25 Sekolah: Yang Bolos Bisa Ketahuan

Avitia Nurmatari - detikNews
Selasa, 01 Nov 2016 14:12 WIB
Foto: Avitia Nurmatari
Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meluncurkan Edubox Smart School di 25 sekolah di Kota Bandung. Edubox tersebut diklaim bisa menghemat anggaran hingga Rp 30 miliar.

Di hadapan para guru dan murid SMPN 1 Bandung, dengan bersemangat pria yang karib disapa Emil itu menyebut bahwa perangkat lunak Edubox tersebut membuat belajar mengajar lebih menyenangkan.

"Hari ini 25 sekolah di Bandung diberi sistem Smart School, namanya Edubox sistem internet internal. Jadi tidak mengandalkan jaringan internet luar. Keuntungan banyak, menghemat Rp 30 miliar per tahun," ujar Emil usai peluncuran di SMPN 1, Jalan Kesatriaan, Bandung, Selasa (1/11/2016).

Emil mengatakan, banyak hal yang bisa dihemat dan dipermudah dengan sistem Edubox tersebut. Apa saja?

"Keuntungannya banyak, menghemat Rp 30 miliar per tahun dari biaya ujian yang sifatnya dengan kertas. Ujian sekarang bisa dengan hp kira kira begitu. Yang tidak punya smartphone nanti ujiannya di laboratorium menggunakan komputer yang disediakan sekolah tapi 90 persen menurut penelitian rata-rata sudah punya smartphone sehingga ujiannya bisa di situ," ucapnya.

Selain urusan belajar mengajar, dengan sistem Edubox, siswa yang berniat membolos bisa diketahui. Karena GPS yang ada ada ponsel teregistrasi di sistem sekolah.

"Jadi kepala sekolah, wali kelas, orang tua, bisa tahu anaknya di mana dengan di saat jam sekolah . Sehingga anak-anak yang bolos itu pasti ketahuan tidak sedang berada di lokasi, begitu," terangnya.

Selain itu, lanjut Emil, guru juga diuntungkan dengan pengaplikasian sistem ini. Guru tidak perlu lagi memeriksa kertas hasil ujian.

"Dengan cara ini, guru juga bisa punya setengah juta soal ujian. Saking banyaknya maka tiap anak ujiannya beda-beda. Sehingga tidak ada lagi yang bisa mencontek, hasil ujiannya langsung diketahui. Jadi guru tidak perlu lagi memeriksa kertas ujian yang jumlahnya puluhan, ratusan," terangnya.

Dengan sistem Edubox, lanjut Emil, ke depan siswa juga tidak perlu buku-buku dan tidak perlu foto copy bahan pelajaran. "Semua bahan ajar pelan-pelan ditransfer jadi e-book. Jadi anak-anak juga bisa baca di situ," tandasnya. (avi/ern)