Para siswa dan siswi tampak sibuk menyapu sisa genangan lumpur dari banjir yang terjadi pada hari Senin (24/10) kemarin. Bangku sekolah, papan tulis, meja, dan dokumen serta peralatan mengajar yang terkena banjir dikeluarkan untuk dibersihkan, bahkan ada yang dikeringkan.
Sejak pagi tadi kegiatan bersih-bersih sekolah dilakukan oleh murid-murid. Para siswa membersihkan kelas masing-masing. Dengan menggulungkan celana panjang berwarna abu-abu siswa pria mengerahkan tenaganya untuk mendorong lumpur ke selokan. Sebagian murid ada yang membantu para guru untuk membersihkan ruang multimedia. Ada juga siswa laki-laki yang membersihkan gorong-gorong sekolah agar air bisa berjalan lancar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya mau belajar juga tidak kondusif karena ini kan kemarin kena banjir, jadi semuanya bantu buat gotong royong," ujar Annisa Fitri murid kelas 2 MIA I kepada detikcom di sela-sela dirinya membersihkan sekolah, Selasa (25/10/2016).
Foto: Masnurdiansyah/detikcom |
Berhentinya kegiatan belajar mengajar karena untuk bergotong royong, tentu saja dimanfaatkan sebagian siswa lainnya untuk turut bercengkrama dengan temannya di waktu luang. Sesekali mereka bertukar dengan temannya untuk membersihkan ruangan kelas. Ada yang mengepel lantai, membersihkan kaca, mengeruk lumpur, membersihkan peralatan kelas yang terendam banjir.
"Hanya bagian belakang saja sih yang terkena banjir. Kalau bagian lantai atas sekolah tidak kena kan," lanjut Annisa.
"Ini saya lagi ngepel lantai dari lumpur. Tadi anak cowok sudah ngebersihin lantainya dari lumpur baru kita yang cewek ini ngepel. Kalau kelas di atas mah tidak terganggu belajarnya cuman sebagian saja," kata dia.
Aktivitas gotong royong dimulai sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi. Beberapa buku di ruangan perpustkaan yang terendam ari pun sebagian rusak dan dibuang. Dengan kaki penuh lumpur mereka berjibaku untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.
(ern/ern)












































Foto: Masnurdiansyah/detikcom