Begini Kisah Silam Pria di Bandung Sebelum Dipasung Keluarga

Begini Kisah Silam Pria di Bandung Sebelum Dipasung Keluarga

Mukhlis Dinillah - detikNews
Senin, 17 Okt 2016 18:08 WIB
Begini Kisah Silam Pria di Bandung Sebelum Dipasung Keluarga
Agus di ruang pasungan. Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung - Tiga tahun sudah Agus Setiawan (27) terkurung di sebuah ruangan dengan kondisi kaki kanan terikat rantai besi. Keluarga terpaksa mengisolasi Agus lantaran sakit jiwa dan sering mengamuk.

Warga Cipicung Girang, RT03/RW10, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, ini sudah mengalami gangguan jiwa sejak usia 14 tahun. Namun, keluarga tidak mengetahui penyebab pastinya.

"Keluarga sampai saat ini belum tahu penyebab utama Agus bisa seperti ini (gangguan jiwa). Soalnya tiba-tiba saja berubah perilakunya," kata Endang Supriyatno (42), kakak ipar Agus, di rumahnya, Senin (17/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, keluarga menduga Agus mengidap gangguan jiwa lantaran mendalami ilmu hitam. Pasalnya, sambung dia, keluarga pernah menemukan selembaran berisi tulisan menyerupai jimat di kamarnya.

Kertas menyerupai jimat itu, lanjut dia, ditemukan setelah Agus sudah menderita gangguan jiwa. Namun, keluarga tidak bisa memastikan mengenai jimat itu kepada Agus lantaran sulit berkomunikasi dengannya.

"Ini baru dugaan kami, karena ada jimat di kamarnya. Susah juga mastiinnya, soalnya ditanya juga udah enggak nyambung jawabnya," terang dia.

Penyebab lainnya dari kondisi Agus saat ini, ujar dia, diduga akibat pernikahan kakak keduanya 13 tahun lalu. Waktu itu, Agus merasa kurang diperhatikan oleh orang tuanya karena fokus mengurus pernikahan kakaknya. Agus terkesan cemburu buta.

"Waktu kakaknya nikah juga Agus kayak yang cemburu. Soalnya bapak ibunya perhatian sama kakaknya, sedangkan dia enggak. Mungkin merasa diasingkan," ujar dia.

Menurut dia, adik iparnya tersebut merupakan sosok yang ceria dan memiliki banyak teman di sekolah maupun lingkungan sekitarnya. Namun, semenjak mengalami gangguan jiwa, Agus terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolah.

Agus merupakan anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Otang Setiawan (65) dan Euis Mimi (60). Mereka terpaksa mengurung Agus karena sering mengamuk dan beberapa kali melarikan diri.

"Sebenarnya keluarga kasian, tapi mau gimana lagi. Soalnya sering ngamuk-ngamuk. Jadi omongan warga juga," ucap Endang. (bbn/bbn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini