"Rumah sakit di sana terendam banjir dan harus segera dinormalkan kembali. Karena tidak ada kata nanti, masalah kesehatan warga Garut saat ini jauh lebih penting," ujar Aher saat ditemui di di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Rabu (5/10/2016).
Akibat rumah sakit terendam, alat-alat kesehatan menjadi rusak. Pemprov sudah memberikan dana sebesar Rp 6,5 miliar untuk mengganti alat yang rusak. Bantuan ini diberikan agar pelayanan kesehatan bisa kembali pulih seperti sedia kala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana sebesar Rp 6,5 miliar ersebut digunakan untuk memulihkan dan memperbaiki infrastruktur yang rusak dan pembelian alat kesehatan
"Dana yang dialokasikan untuk tanggap darurat bencana alam di Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang kemarin, sekitar Rp 20 miliar dari APBD perubahan 2016. Sebagain kita berikan untuk membantu pelayanan kesehatan terutama dan pelayanan publik lainnya yang rusak akibat banjir bandang Garut," tuturnya.
Selain itu Aher menambahkan, pemerintah sedang mempersiapkan relokasi awal untuk para korban yang rumahnya hancur akibat terjangan banjir bandang. Relokasi awal yang telah disiapkan yakni rusunawa untuk para korban banjir. Rusunawa tersebut sebelumnya telah tersedia hanya tinggal dilakukan penataan saja.
"Memang sudah ada tinggal penataan saja. Awalnya rusunawa dibuat bagi warga yang tidak mampu yang rumahnya berada di lahan milik negara akan ditempatkan di situ, tapi ini jauh lebih penting bagi masyarakat yang rumahnya rusak oleh banjir," jelasnya.
Pemerintah sendiri juga telah menentukan dan merumuskan lokasi untuk relokasi kedua. Sesuai dengan instruksi dari Presiden RI Joko Widodo, Bupati Garut Rudi Gunawan untuk cepat menetapkan titik lokasi relokasi kedua.
"Untuk yang relokasi kedua kami percaya Pemkab Garut bisa menentukan tempatnya, di mana lokasinya. Sesuai dengan instruksi dari Presiden RI untuk segera menentukan lokasi tersebut," pungkasnya. (ern/ern)











































