"Temanya untuk tahun ini kebebasan menembus batas. Kita ingin merangkul karya-karya kreatif dari warga Jawa Barat baik itu untuk pemula dan profesional dan memberikan apresiasi kepada seluruh pelaku film," ujar Kepala Dinas Parawisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Ida Hernida dalam konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (30/9/2016).
Festival ini bersifat kompetiti dan apresiatif dengan kriteria umum. Syarat dan ketentuan festival ini adalah bebas tahun produksi, dan bisa mengirimkan sebanyak-banyaknya karya yang diciptakan dari hasil pemikiran sendiri. "Boleh juga mengirimkan karya yang sudah pernah mengikuti festival lain," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun lalu FFJB pertama kali dilaksanakan, responnya cukup bagus. Terbukti sebanyak 354 judul film yang masuk ikut disertakan pada FFJB 2015.
"Ternyata komunitas film indie di Jawa Barat cukup potensial sebagai pergerakan film di Indonesia. FFJB terbuka untuk warga Jabar yang merupakan pelajar atau mahasiswa, komunitas film, pembuat film, penggemar film dan masyarakat umum," kata dia.
Kategori yang dilombakan dalam FFJB tahun ini ada enam kategori yang terdiri dari Film terbaik, Music Video Terbaik, Sutradara Terbaik, Cerita Terbaik, Kameramen Terbaik, dan Poster Film Terbaik," kata dia.
Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyambut baik pelaksanaan Festival Film Jawa Barat (FFJB) 2016. Demiz begitu sapaan akrabnya mengatakan FFJB harus menjadi indikator jika perfilman buatan warga Jabar bisa menjadi salah satu karya yang terbaik.
"Harus mampu membuat Jawa Barat sebagai salah satu industri film terbaik di Indonesia," kata Demiz saat ditemui di lokasi yang sama.
Hak cipta dari setiap film yang telah dibuat menjadi hak cipta pemiliknya. Demiz menilai tumbuhnya komunitas-komunitas film lokal atau film indie yang berada di Jabar, serta banyaknya pengetahuan audio visual adalah indikator dari sebuah proses kreatif yang meningkat.
"Kita ingin menggalakan dan memajukan industri kreatif, seperti karya-karya film indie anak bangsa yang unik," jelasnya.
Target FFJB pada tahun 2017 mendatang bisa menjadi festival film indie tingkat nasional. Hal in disampaikan oleh ketua pelaksana FFJB 2016 Arya Kusuma Dewa. "Targetnya tahun depan sudah menjadi event nasional dan akan melibatkan seluruh komunitas film di Indonesia," kata Arya seraya menambahkan.
Rangkaian FFJB telah dilaksanakan sejak bulan Agustus 2016 kemarin. Pendaftaran akan dibuka hingga tanggal 20 Oktober 2016, sekaligus penyaringan karya FFJB dari para peserta.
"Saat ini kita masih melakukan sosialisasi terhadap masyarakat kalau FFJB kedua akan dilaksanakan. Ada kegiatan roadshow juga ke berbagai kota di Jawa Barat secara acak. Nantinya acara puncak akan dilaksanakan di Taman Budaya Jawa Barat Dago Tea House pada tanggal 12 November 2016," pungkas Arya. (ern/ern)











































