Mayoritas rumah di Kampung Cadas Gantung adalah rumah panggung berbilik. Di rumah warga yang didatangi detikcom, tidak ada toilet atau tempat khusus mencuci.
"Kalau mandi ke sungai ada di bawah, jaraknya lumayan jauh, satu kilometer sepertinya ada," ujar salah satu warga, Ina (27) kepada detikcom, Rabu (29/9/2019).
Baca juga : Kisah Pilu Kampung Miskin Cadas Gantung
Ina harus berpacu dengan waktu saat hendak mencuci piring, mandi, atau sekadar buang air.
"Kalau anak saya tidur, saya ke bawah buru-buru. Mandi atau mencuci. Sakasampeurna (sesempatnya saja)," kata Ina.
![]() |
Pernyataan Ina diamini tetangganya, Jua (45). Jua juga pergi mandi, buang air dan mencuci di pinggir sungai.
"Memang kitu (seperti itu) neng. Kedah ka handap (harus ke bawah), ke sungai," ucapnya.
Menurut Jua, bisa saja menyediakan jalur air langsung untuk ke rumahnya. Namun biayanya cukup mahal.
"Kalau punya uang bikin (saluran air) bisa. Tapi nya kumaha (tapi bagaimana)," kata Jua.
Beberapa minggu ke belakang, kata Jua banyak yang datang ke kampung itu untuk memberikan bantuan. Namun bukan dari pemerintah Kabupaten Bandung.
Sementara itu detikcom mencoba mengkonfirmasi ke Kecamatan Cimenyan. Seorang petugas Satpol PP mengatakan posisi Camat maupun Sekretaris Camat sedang diisi oleh pelaksana tugas dari Pemerintah Kabupaten Bandung.
Petugas Satpol PP tersebut meminta detikcom kembali datang pada hari Jumat. "Nanti hari Jumat ada rakor di sini," ujar petugas tersebut. (avi/ern)












































