Marak Kasus Penculikan Anak, Begini Saran KPAI Jabar

Marak Kasus Penculikan Anak, Begini Saran KPAI Jabar

Mukhlis Dinillah - detikNews
Selasa, 20 Sep 2016 17:49 WIB
Marak Kasus Penculikan Anak, Begini Saran KPAI Jabar
Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Bandung - Sepanjang September 2016, tercatat lima anak berdomisli di Jabar menjadi korban penculikan. Dari sejumlah kasus penculikan tersebut, semuanya menyasar kepada anak-anak perempuan.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jabar Muhdan Firdaus mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini. Ia menilai rentetan kasus penculikan itu tak lepas dari minimnya pengawasan dari berbagai pihak.

"Penculikan ini kan karena orang tua yang kurang memantau. Selain orang tua juga kan ada lingkungan sekolah dan tempat tinggal mereka yang juga harusnya juga ikut memantau," ucap Muhdan via telepon, Selasa (20/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, salah satu pengawasan yang dilakukan orang tua itu dengan mengontrol penggunaan media sosial anak. Mengingat, media sosial kerap dimanfaatkan oleh oknum-oknum penculik untuk melancarkan aksinya.

Oleh karena itu, pemahaman ini tidak hanya wajib dilakukan oleh orang tua tetapi juga guru-guru di sekolah. Sebab, sambung dia, anak merupakan peniru ulung sehingga mudah dijejali sesuatu yang baru.

"Jadi pihak sekolah dan orang tua harus memberikan pemahaman kepada anak terkait internet yang sehat. Karena ini penting untuk langkah antisipasi," ujarnya.

Muhdan mendorong pihak kepolisian mengusut tuntas kasus-kasus penculikan tersebut. Mengingat masih ada salah seorang anak dari lima korban penculikan yang masih dalam genggaman pelaku.

"Saya yakin dengan penanganan intens bekerja sama dan mengawal proses yang ditempuh polisi, semuanya bisa tuntas," kata Muhdan.

Kasus penculikan di Jawa Barat sepanjang September yang menyedot perhatian publik yakni dua bocah Salma dan Salma yang dibawa kabur pengasuhnya di Bogor. Salam dan Salam bisa kembali ke rumah orang angkatnya setelah dilepas pelaku.

Lalu penculikan dua siswi Tiara dan Laras asal Kabupaten Bandung Barat yang diculik 'predator' Emon. Laras berhasil diselamatkan. Sementara Tiara yang belum ditemukan. Bukan hanya dua siswi tersebut, Emon juga dilaporkan membawa kabur perempuan berdomisili di Purwakarta. (bbn/bbn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini