Hingga pagi ini, Senin (19/9/2016), keluarga tampak gelisah lantaran Tesa belum pulang ke rumah. Asep Nugraha, ayah Tesa, tertunduk lesu saat detikcom menyambangi kediamannya di kompleks Karang Arum 13 Nomor A146, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jabar.
"Awalnya ada kegiatan di sekolahnya di Kosambi untuk nonton pentas seni. Dia (Tesa) berangkat dari rumah ini diantar pake motor sama pamannya. Waktu kemarin itu siang jam sebelas," kata Asep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia nge-BBM ke saya dia sudah beres nonton pentas seni. Dia kasih tahu sama saya hujan gede mau neduh dulu di sekitaran Kosambi," ucap Asep yang bekerja sebagai divisi marketing di salah satu lembaga pendidikan bahasa Inggris di Kota Bandung.
Kepanikan terpancar dari wajah Asep yang saat berbincang memakai jaket kulit dan topi. Dia kembali menceritakan bahwa pada 16.30 WIB Tesa memberikan kabar via WhatsApp.
Orang tua Tesa sudah melaporkan kasus ini ke Polda Jabar. Foto: Masnurdiansyah |
Orang tua mencoba membalas pesan dan menelepon Tesa. Namun telepon genggam milik Tesa tak merespons. "Kita sudah telpon tapi tidak diangkat. Dia itu mau mengerjakan tugas," ucap Asep.
Asep dengan suara bergetar ini mencoba untuk menahan tangis. Dia tidak mengetahui keberadaan anaknya sekarang. Upaya pencarian telah ia lakukan sejak Minggu malam kemarin, termasuk pihak keluarga sudah melaporkan kasus ini kepada Polda Jabar.
Asep belum dapat memastikan penyebab anaknya hilang. Namun dirinya menduga kalau anak tunggalnya itu menjadi korban penculikan. "Kalau lihat dari pesan singkatnya itu, anak saya ini diduga dibawa kabur orang tak dikenal," ujar Asep. (bbn/bbn)











































Orang tua Tesa sudah melaporkan kasus ini ke Polda Jabar. Foto: Masnurdiansyah