Semenjak para PKL kuliner tidak diperbolehkan berjualan di seputaran GOR Saparua, mereka terpaksa pindah lokasi berjualan. Taman Inklusi yang letaknya di sebrang GOR Saparua malah menjadi area baru berjualan.
"Baru kemarin jualan di tempat ini. Soalnya di GOR Saparua udah enggak boleh, jadi pindah kesini," kata salah seorang pedagang kepada detikcom, Kamis (15/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tersebut jelas-jelas melunturkan kenyamanan taman tersebut. Sampah berserakan. Rumput mulai rusak terlintasi motor-motor yang terparkir. Di lokasi tersebut tidak tampak petugas dari Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Disakamtam) atau Satpol PP.
Pemkot Bandung sering menertibkan pedagang dan oknum penyedia parkir di dalam taman ini. Foto: Mukhlis Dinillah. |
"Saya tegaskan kami tidak memperkenankan taman digunakan tempat berjualan atau parkir motor, ya karena bisa merusak," ucap Arief saat dihubungi dikomfirmasi detikcom.
Pihaknya sering menertibkan pedagang dan oknum penyedia parkir di dalam taman. Namun, sambung Arief, mereka tetap membandel usai petugas meninggalkan lokasi.
"Udah beberapa kali petugas di lapangan saya suruh keluarin yang jualan sama parkir motor itu, tapi mereka masuk lagi. Mereka soalnya bingung mau jualan dimana semenjak GOR Saparua sudah enggak boleh," tuturnya.
Arief berjanji terus menertibkan para pedagang dan penyedia parkir tersebut bersama aparat kewilayahan. Jika masih tidak digubris dan tetap berjualan, tepaksa Arief meminta Satpol PP melakukan penertiban.
"Kita akan tertibkan segera dan lapor ke trantib kecamatan dulu. Tapi kalau enggak bisa, baru sama Satpol PP. Karena khawatir semakin banyak nantinya makin sulit," kata Arief. (bbn/bbn)












































Pemkot Bandung sering menertibkan pedagang dan oknum penyedia parkir di dalam taman ini. Foto: Mukhlis Dinillah.