Gerobak Pedagang dan Ratusan Motor Kuasai Taman Inklusi Bandung

Gerobak Pedagang dan Ratusan Motor Kuasai Taman Inklusi Bandung

Mukhlis Dinillah - detikNews
Kamis, 15 Sep 2016 14:14 WIB
Gerobak Pedagang dan Ratusan Motor Kuasai Taman Inklusi Bandung
Diskamtam Bandung menyebut keberadaan pedagang dan area parkir di tempat tersebut merupakan ilegal. Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung - Baru beberapa bulan lalu selesai dibangun oleh Pemkot Bandung, kini Taman Inklusi terlihat kumuh. Puluhan gerobak pedagang kaki lima (PKL) dan ratusan motor menyesaki taman yang berada di Jalan Saparua, Kota Bandung.

Semenjak para PKL kuliner tidak diperbolehkan berjualan di seputaran GOR Saparua, mereka terpaksa pindah lokasi berjualan. Taman Inklusi yang letaknya di sebrang GOR Saparua malah menjadi area baru berjualan.

"Baru kemarin jualan di tempat ini. Soalnya di GOR Saparua udah enggak boleh, jadi pindah kesini," kata salah seorang pedagang kepada detikcom, Kamis (15/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanyak dikuasai PKL yang menyajikan makanan dan minuman saja, ruang publik khusus untuk kaum disabilitas ini mendadak jadi lahan parkir motor pengunjung yang ingin menyaksikan pertandingan PON XIX. Ya mengingat GOR Saparua salah satu arena untuk cabang olahraga judo, sepatu roda dan panjat tebing.

Kondisi tersebut jelas-jelas melunturkan kenyamanan taman tersebut. Sampah berserakan. Rumput mulai rusak terlintasi motor-motor yang terparkir. Di lokasi tersebut tidak tampak petugas dari Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Disakamtam) atau Satpol PP.
Pemkot Bandung sering menertibkan pedagang dan oknum penyedia parkir di dalam taman ini. Foto: Mukhlis Dinillah.
Kepala Diskamtam Kota Bandung Arief Prasetya menegaskan tidak pernah mengizikan aktivitas berjualan maupun parkir di Taman Inklusi. Arief menyebut keberadaan pedagang dan area parkir di tempat tersebut merupakan ilegal.

"Saya tegaskan kami tidak memperkenankan taman digunakan tempat berjualan atau parkir motor, ya karena bisa merusak," ucap Arief saat dihubungi dikomfirmasi detikcom.

Pihaknya sering menertibkan pedagang dan oknum penyedia parkir di dalam taman. Namun, sambung Arief, mereka tetap membandel usai petugas meninggalkan lokasi.

"Udah beberapa kali petugas di lapangan saya suruh keluarin yang jualan sama parkir motor itu, tapi mereka masuk lagi. Mereka soalnya bingung mau jualan dimana semenjak GOR Saparua sudah enggak boleh," tuturnya.

Arief berjanji terus menertibkan para pedagang dan penyedia parkir tersebut bersama aparat kewilayahan. Jika masih tidak digubris dan tetap berjualan, tepaksa Arief meminta Satpol PP melakukan penertiban.

"Kita akan tertibkan segera dan lapor ke trantib kecamatan dulu. Tapi kalau enggak bisa, baru sama Satpol PP. Karena khawatir semakin banyak nantinya makin sulit," kata Arief. (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads