Kejadian tersebut berlangsung di Jalan Bagusarngin II No.83, RT 2 RT 5, Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Rabu ( 14/9/2016), sekitar pukul 08.15 WIB. Kebakaran di permukiman padat penduduk ini sempat membuat panik penghuni rumah dan warga setempat.
Aries pagi tadi tengah santai di lantai satu yang sekaligus tempat huniannya bersama istri dan dua anak. "Tadi saya lagi browsing, tiba-tiba terdengar beberapa kali suara percikan. 'Berebet...berebet' gitu bunyinya," ucap Aries di lokasi kejadian.
Dia buru-buru naik tangga mengecek lantai dua yang merupakan bangunan indekos. Aries terkejut saat melihat kemunculan api di bagain atap.
"Api langsung membesar. Lalu saya teriak-teriak minta tolong," kata Aries.
Sejumlah warga mendengar teriakan Aries begegas memberikan pertolongan setelah mengetahui terjadi kebakaran. Warga berjibaku menyiramkan air untuk menghentikan kobaran api. Namun si jago merah masih menyala besar.
Sekitar pukul 08.30 WIB, sambung Aries, personel Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran (DPPK) Kota Bandung tiba di lokasi. Petugas langsung sigap menaklukkan api sehingga tidak menjalar ke bangunan lainnya.
DPPK Kota Bandung mengerahkan 10 unit kendaraan terdiri tujuh mobil pancar , dua mobil tangki dan satu rescue. Api berhasi dipadamkan petugas pada pukul 09.00 WIB.
"Bangunan ini dua lantai. Lantai satu buat tempat tinggal saya, kalau lantai dua itu indekos. Lima kamar kos-kosan ludes semua terbarkar. Dari lima kamar itu hanya dua kamar yang kosong," tutur Aries bernada sedih.
Api hanya menghanguskan lantai dua tersebut. Sedangkan bangunan di lantai satu tidak terbakar. Akibat musibah ini Aries mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
"Penyebab kebakaran sudah jelas. Ya karena korsleting," ujar Aries. (bbn/ern)











































