Anggota Komunitas Eloner, Ambri Azainun, mengatakan pihaknya menerima elang malang tersebut dari salah seorang warga Kabupaten Sumedang, Jabar. Warga itu mengaku menemukan elang perut karat ini di gunung dalam keadaan terluka parah.
"Kata warga yang minta tolong kami untuk menyerahkan ke pusat konservasi, memang saat ditemukan sudah cedera. Dia bilang elang itu kena tembak oleh pemburu," kata Ambri usai penyerahan di Jalan Morse, Kota Bandung, Senin (5/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa agak lama baru diserahkan, katanya dia takut kena pidana. Soalnya keadaannya cedera, takut dituduh. Tapi setelah saya kasih pemahaman, akhirnya dia mau menyerahkan," ucap Ambri.
Proyektil peluru masih bersarang di kaki kiri elang ini. Foto: Mukhlis DInillah. |
"Dari hasil rontgen yang dikasih penemu pertama, bagian tulang sayap retak. Terus bagian kaki kiri masih ada proyektil peluru yang bersarang," ujar Sandi.
Dia mengaku setelah pihaknya akan membawa elang tersebut ke pusat penangkaran untuk dilakukan penanganan oleh tim dokter. Sekaligus memastikan tidak adanya virus yang menyerang hewan ini.
"Saya perkirakan untuk kesembuhannya cuma sepuluh persen. Jadi kemungkinan tidak bisa lepas liar. Akan kita rawat atau dijadikan display edukasi," ucapnya.
Sandi menyebut elang perut karat memang termasuk langka. Pasalnya, sambung dia, keberadaannya di Jawa sudah jarang. Menurut dia, hanya tersisa beberapa elang yang tersebar di pulau lainnya di Indonesia.
"Sebarannya di Asia Tenggara. Khususnya di pulau jawa sudah langka dibanding elang jawa. Di pulau lain masih ada, tapi juga sedikit," kata Sandi. (bbn/bbn)












































Proyektil peluru masih bersarang di kaki kiri elang ini. Foto: Mukhlis DInillah.