Kepala daerah yang juga hadir sebagai pembicara yakni Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.
Dalam kesempatan tersebut pria yang karib Emil itu berbicara bagaimana Smart City mengubah banyak pola pemerintahan di Kota Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, lanjut Emil, pihaknya juga kesulitan apakah birokrasi yang bekerja sudah sesuai masterplan atau tidak, apakah terukur kinerjanya atau tidak.
Namun dengan penerapan teknologi Smart City, saat ini kata Emil pihaknya bisa lebih mudah mengontrol pemerintahan. Khususnya di tingkat bawah yang sulit terjangkau. Pihaknya mewajibkan dinas-dinas, kecamatan kelurahan untuk mengunggah kegiatannya melalui sosial media.
"Dulu saya sering dibohongi, bilang (pekerjaanya) sudah selesai padahal belum. Sehingga sekarang ketahuan, saya mewajibkan setiap kegiatan diposting, ketahuan before after-nya," terang Emil.
Dari beberapa contoh pemanfaatan Smart City, Emil menilai bahwa pembangunan Kota Bandung tidak bisa lepas dari teknologi.
"Karena kalau dengan sistem manual, kita hanya mengandalkan laporan manusia. Oleh karena itu Karen kesulitan-kesulitan itulah saya pikir pembangunan di Bandung harus Smart City, tidak bisa metode jadul," tandasnya. (avi/trw)











































