Menurut Asman, dengan pemanfaatan smart city melalui e-budgeting bisa memangkas pengeluaran anggaran kota/kabupaten di Indonesia.
"Pasti bisa hemat. Contoh Bandung dengan e-budgeting bisa menghemat 1 triliun. Kemarin saya ke Jogja juga dari 3.200 kegiatan tinggal 800 kegiatan. Jadi pemborosan selama ini ketahuan," ujar Asman usai membuka Indonesia Smart City Forum (ISCF) 2016 di The Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (2/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai solusi penghematan, saya Menpan baru akan menerapkan secepatnya e-budgeting. Enggak boleh ditunda-tunda. Kalau perlu saya paksa seluruh bupati wali kota menerapkan e-budgeting," kata Asman.
Asman mengakui belum semua daerah menjadikan smart city sebagai sistem utama pengelolaan pemerintahan. Padahal teknologi dapat menjadi langkah efisiensi anggaran, SDM, dan waktu. Pemerintah daerah tinggal belajar dan meniru.
"Pemerintah daerah tinggal contoh (smart city) implementasikan dan paksakan. Bukan copy paste tapi studi tiru. Nanti saya maksanya tinggal lewat penilaian," kata Asman. (avi/bbn)











































