Sejak tahun lalu pria yang karib disapa Emil itu mengamati banyaknya titik-titik penggalian yang tidak dikembalikan seperti semula. Tanah galian dan trotoar dibiarkan begitu saja, kalaupun ditutup, dikerjakannya asal-asalan.
"Saya kesal karena banyak galian-galian, kontraktornya itu suka tidak bertanggung jawab. Saya tegur tahun lalu, akhirnya memperbaiki, tapi asal-asalan. Tahun ini indikasinya seperti itu," ujar Emil usai pertemuan dengan PLN di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kamis (1/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kasih waktu sebelum PON. Seminggu tidak diperbaiki seratus persen, Kabag Hukum siapkan somasi kepada kontraktor karena sudah merusak aset dan barang negara," ucap Emil bernada tegas.
Manager Area PLN Bandung Sumarno menjelaskan kedatangan pihaknya ke Pendopo Kota Bandung untuk silaturahmi dan kelancaran pekerjaan PLN. Menurut Sumarno, kabel-kabel PLN di Kota Bandung sudah cukup tua, sehingga harus ada penggantian guna meningkatkan kapasitas.
"Umurnya 25 tahun. Jadi harus ada penggantian untuk meningkatkan kapasitas. Tapi kami sudah komitmen untuk profesional. Setelah galian kami meminta kontraktor merapikan sesuai kondisi semula untuk kerapian Kota Bandung," ucap Sumarno. (avi/bbn)











































