Orang nomor satu di Kota Bandung itu juga berkesempatan berkomunikasi dengan pemilik pabrik-pabrik itu. Kepada mereka, ia menanyakan usaha apa yang tengah dijalankan dan administrasi lahan yang digunakan.
"Ini pabrik apa? Ini kan tanah Pemkot Bandung, jadi buat usaha disini nyewa ke siapa?," ujar Emil kepada sejumlah pemilik pabrik yang dikunjungi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pengecekannya itu, Emil juga mendapati sejumlah bangunan pabrik terbengkalai dan lahan kosong. Melihat kondisi itu, Emil mengaku akan menyewakannya kepada pengusaha atau memanfaatkannya untuk RTH.
"Ini contohnya (Kecamatan Cicendo) kita punya lahan 7 hektar yang tersebar, tapi banyak yang tidak produktif. Tadi saya lihat ada yang tutup pabriknya, ada yang kosong lahannya, macem-macem," kata dia.
Dosen ITB ini mengatakan tengah berupaya menginventarisir kembali aset-aset yang selama ini dimiliki Pemkot Bandung. Setiap minggu, kata dia, pihaknya bakal rutin terjun langsung ke lapangan melihat aset-aset tersebut.
"Hasil kesimpulan BPK itu, Kota Bandung lemah soal managemen aset. Makanya tahun ini, saya mau maraton ngurusin aset supaya bisa dapat predikat WTP tahun depan," kata Emil.
Emil menyebut ada sekitar 6 ribuan aset Pemkot Bandung yang diduga tidak produktif. Mulai dari pergunakan tanpa izin atau tidak terdata lantaran kesalahan managemen.
Menurutnya, langkah menginventarisir kembali aset Pemkot Bandung ini bukan semata-mata hanya untuk meraih predikat WTP. Akan tetapi diharapkan aset-aset tersebut bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
"Nanti kita pilah-pilah mana yang segera disewakan agar produktif, mana yang akan diperbaiki administrasinya, mana yang tidak bayar dan yang ditertibkan karena diserobot. Agar pengelolaanya jelas, tidak terbengkalai," tutup Emil. (avi/avi)










































