Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar resmi membuka pameran tersebut. Dia ingin masing-masing daerah yang memiliki produk unggulan bisa dikembangkan menjadi perusahaan besar. Selain itu, koperasi daerah harus mampu membuat Jabar menjadi penggerak motor untuk kesejahteraan masyarakat.
"Spiritnya harus dimulai dari Jabar. Perguruan tinggi satu-satunya tentang koperasi berada di sini (Jabar) juga, jadi kalau di Jabar tidak ada koperasi yang maju, sepertinya patut dipertanyakan kemampuan kita," ujar Deddy saat ditemui di lokasi acara, Rabu (10/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti saya katakan tadi, karena deklarasinya di Jabar. Jadi sudah menjadi tugas koperasi agar lebih konsen lagi kepada para pelaku usaha ini. Kalau cuma nama doang hapuslah, jangan sampai kita cuma dikasih impian kosong saja, tentang jumlah yang banyak secara kuantitatif tetapi kualitas malah kita tidak bisa ukur," tutur Deddy.
Agar para pemilik usaha kreatif ini bisa lebih maju, sambung dia, harus ada formula untuk mengubah paradigma tentang pemahaman cara berpikir pemasaran bersifat seperti perusahaan. "Kenapa hanya koperasi dari negara eropa saja yang go internasional, kenapa di kita tidak ada. Padahal secara gotong royong kita lebih memiliki dibandingkan dengan mereka di sana. Kita punya falsafah negara yang mendukung soal ini," kata Deddy.
![]() |
"Kegotong royongan masyarakat di sini (Jabar) tertinggi di seluruh Indonesia. Kenapa hal itu tidak tercermin dalam wajah koperasi kita, ada sesuatu yang harus kita kaji kembali," ucapnya.
Deddy berharap kegiatan pameran kali ini yang turut dihadiri oleh sembilan provinsi di Indonesia dan daerah Kota/Kabupaten di Jawa Barat, bisa mendongkrak minat masyarakat untuk mencintai produk asli buatan dalam negeri. Ia percaya kualitas yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk luar negeri.
"Kita lihat potensi dari pameran ini dari provinsi lain yang ikut ini juga belum semuanya. Minimal sebanyak 170 stan yang ada di sini memiliki dua produk unggulan," ucap Deddy.
Produk unggulan di pamerkan dari seluruh kabupaten/kota di Jabar. Termasuk beberapa wilayah daerah lainnya seperti dari Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Pare-Pare, Provinsi DKI, Aceh, NTT, dan Lampung.
Beragam yang dijual seperti pakaian, dompet, tas yang terbuat dari kulit. Makanan ringan, kain batik ciri khas dari masing-masing daerah, lampu lampion yang terbuat dari rotan kayu, lukisan, serta aksesoris lainnya yang dibuat masing-masing daerah dengan kreatif.
Deddy sempat mencoba makanan khas buatan Kabupaten Garut yakni Dodol Garut. Ia juga sempat membeli tali pinggang kulit khas Kabupaten Garut. "Iya kalau ke pameran harus beli jangan cuman pegang-pegang saja," ucap Deddy saat meninjau stan pameran. (bbn/bbn)












































