Kasus Human Trafficking Tinggi, Polda Jabar Imbau Warga Waspada

Kasus Human Trafficking Tinggi, Polda Jabar Imbau Warga Waspada

Mukhlis Dinillah - detikNews
Selasa, 09 Agu 2016 12:15 WIB
Kasus Human Trafficking Tinggi, Polda Jabar Imbau Warga Waspada
Ilustrasi kasus perdagangan manusia. Foto: Baban Gandapurnama
Bandung - Provinsi Jabar menempati peringkat kedua untuk kasus perdagangan manusia (human trafficking) di Indonesia. Kondisi ini tentunya menjadi perhatian aparat penegak hukum dan pemerintah daerah setempat.

Polda Jabar mencatat pada 2015 terdapat 26 kasus perdagangan manusia di wilayah hukumnnya. Sementara pada Januari hingga awal Agustus 2016 ini tercatat sebanyak 16 perkara yang tengah ditangani pihaknya.

"Ya memang kita mengakui kalau masalah trafficking ini dari tahun ke tahun selalu ada," kata Wakapolda Jabar Brigjen Nana Sudjana kepada wartawan di sela-sela seminar nasional di Hotel Horison Bandung, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Selasa (9/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seminar tersebut betajuk 'Pemiskinan Harta Kekayaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Melalui Penerapan Undang-undang No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)'

Menurut Nana, dalam kasus pedagangan manusia, pihaknya lebih mengedepankan upaya pencegahan ketimbang penindakan. Namun, dia menjelaskan, tentunya perlu peran serta berbagai pihak.

"Melalui seminar ini kita berkomitmen dengan Pemda dan instansi terkait untuk bekerjasama melakukan upaya-upaya pencegahan. Saya rasa pencegahan lebih baik daripada penindakan," ujarnya.

Modus praktik perdagangan manusia, Nana mengatakan, para pelaku biasanya menyasar warga yang memiliki taraf ekonomi rendah. Para korban diiming-imingi pekerjaan dengan gaji besar.

Polda Jabar mengimbau masyarakat tetap waspada dan jangan mudah percaya terhadap oknum-oknum yang menjanjikan hal serupa. "Memang dalam hal ini upaya sosialisasi terhadap masyarakat juga penting. Masyarakat awam tentunya masih banyak yang tidak mengetahui modus-modus seperti ini," tutur Nana. (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads