"Kita menyatakan perang, sekali lagi menyatakan perang terhadap narkoba, terhadap bandar dan jaringan narkotik," ujar Deddy dalam kegiatan Hari Anti Narkotik Internasional (HANI) tingkat Provinsi Jawa Barat, di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (9/8/2016).
Menurut dia, upaya aparat penegak hukum yang sangat tegas diperlukan untuk mencegah peredaran narkoba di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja. Ia menilai upaya pencegahan ialah strategi terbaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini narkotik tidak hanya mengarah kepada anak-anak dan remaja yang rentan usianya dimulai dari 15 tahun. Tak sedikit aparat pemerintah dan penegak hukumnya terlibat dalam upaya mengedarkan dan menggunakan narkoba.
"Pelajarnya, aparat penegak hukumnya, pejabatnya, PNS, artis, hampir seluruh dari berbagai profesi sudah masuk penyalahgunaan narkotika," ucapnya.
Pemprov Jabar dalam hal ini bertekad akan lebih berperan dalam upaya memproteksi wilayahnya untuk menutup peredaran dan masuknya narkoba dari luar daerah. "Tutup celah penyusupan narkotika mau itu di pelabuhan, bandara dan jalur darat, tutup semuanya," kata Deddy. (bbn/bbn)











































