Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut, Sabtu (30/7/2016). Pada Rabu, 27 Juli 2016, sekitar pukul 05.00 WIB, anggota Polsek Kerangkeng, Bripka Wastika dan Brigadir Ade Susanto, melakukan patroli di Jalan Raya Kerangkeng dengan menggunakan sepeda motor. Di tengah jalan, mereka melihat dua orang mendorong sepeda motor.
Setelah melewati dua orang itu, Wastika dan Ade bertemu anak di pinggir jalan dekat SMA Asalafiyah, Kerangkeng. Anak itu berteriak, "Tolong Pak, motor saya dibegal orang yang mendorong itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wastika dan Ade mengejar dua orang tersebut. Ade memberikan tembakan peringatan 4 kali, tapi tidak digubris. Lalu dia menembak bagian kaki terduga pencuri. Pada saat bersamaan, seorang warga lewat dengan menggunakan sepeda motor Revo.
"Terduga mengambil alih motor dan mengancam warga dengan golok, lalu kabur ke arah Desa Srengseng," tutur Yusri.
Tembakan polisi tak dihiraukan terduga pencuri. Malah dia melaju dengan motor dan berteriak 'maling!'. Warga keluar dan kedua polisi mundur karena situasi tidak memungkinkan.
Selanjutnya, Wastika dan Ade kembali ke tempat pelaku meninggalkan sepeda motor honda Vario dan mengamankannya beserta barang bukti berupa sebilah golok. Polisi mencari terduga pencuri ke sejumlah puskesmas dan RS, tapi tidak menemukan terduga pencuri. Sampai akhirnya ada informasi, ada informasi JN meninggal di Ponogoro.
"Kami koordinasi dengan Polres Ponorogo Polda Jatim terkait kejadian ini," tutup Yusri. (trw/trw)











































