Aktivis Desak Pemkot Ambil Alih Pengelolaan Kebun Binatang Bandung

Mukhlis Dinillah - detikNews
Jumat, 29 Jul 2016 15:53 WIB
Aktivis pecinta satwa ini menyuarakan aksinya dengan membawa beberapa poster. Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung - Sekelompok pecinta sawtwa mengatasnamakan LSM Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group berunjuk rasa di depan Balai Kota Bandung. Mereka mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Bandung.

Belasan orang itu menyuarakan aksinya dengan membawa beberapa poster. Bahkan, sebagian mereka tampak menggunakan kostum karakter hewan sebagai bentuk dukungan.

Koordinator aksi, Marison Guciano, mengatakan pihaknya menginginkan Pemkot Bandung segera menyelamatkan satwa-satwa di Kebun Binatang. Salah satu dengan cara pengambilalihan pengelolaanya dari Yayasan Margasatwa Tamansari.

"Kita minta Pemkot ambil alih kebun binatang Bandung. Kalau enggak bisa lebih baik ditutup saja. Satwanya direhabilitasi dan dilepaskan ke alam liar saja," ujar Marison kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (29/7/2016).
Para pecinta satwa ini meminta Pemkot segera menyelamatkan satwa-satwa di Kebun Binatang Bandung. Foto: Mukhlis Dinillah.
Pascakematian gajah bernama Yani beberapa waktu lalu, kelompok ini khawatir satwa lainnya di Kebun Binatang Bandung mengalami nasib serupa. Pasalnya, sambung dia, hasil pemantauan pihaknya dalam dua bulan terakhir, banyak satwa yang terlihat tidak diurus dengan baik.

Pihaknya mengklaim menemukan beruang madu yang sangat kurus. Beruang madu ini memakan makanan ringan yang dilemparkan pengunjung. Padahal seharusnya makanannya ialah buah-buahan.

"Memang kita pantau seminggu sekali dalam dua bulan terakhir ini. Kita temukan banyak satwa tidak terawat, kelaparan, kondisinya memprihatinkan," ujar Marison.

Selain beruang madu, Marison juga menemukan gajah dalam kondisi kedua kaki depannya terikat rantai. Sehingga gajah tidak bisa bergerak bebas dan berpeluang mengakibatkan gajah stres.

Marison mengaku sudah berkomunikasi dengan pengelola mengenai kondisi satwa-satwa tersebut. Bahkan, pihaknya juga menawarkan bantuan pemberian makanan. Namun, sambung dia, pengelola menolak uluran tangan itu.

"Mereka bilang tidak ada yang salah dengan makanan satwa-satwa. Jadi tidak perlu ada bantuan," ucap Marison. (bbn/bbn)