Maliki mengatakan Singapura siap menjalin kerja sama dengan Jabar berkaitan bisnis dan investasi. Dia berencana mengajak para investor atau pengusaha di Singapura untuk menanamkan investasi di Jabar. Selain itu, Maliki mengajak para investor di Jabar untuk melihat peluang investasi di Singapura.
"Kita berbincang soal pertanian. Saya kira ini ialah hal yang sangat baik untuk kedua negara, di mana industri pertanian di Jabar dapat ditingkatkan. Ya kita berbincang para pelaku usaha dari Singapura bisa bekerjasama dalam bidang ini," ujar Maliki kepada wartawan usai pertemuan dengan Aher.
Menurut Maliki, pelaku usaha di Singapura dapat bekerja sama dalam industri pertanian yang antara lain berupa pengolahan makanan. "Kami melihat industri pengolahan makanan di sini bisa dihasilkan dengan menggunakan bahan-bahan asli," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gubernur Aher menawarkan Singapuran untuk kerja sama bidang pertanian karena saat ini fokus pemerintah tengah mengembangkan pertanian sebagai upaya mendongkrak perekonomian para petani.
"Kita sedang berusaha untuk mengembangkan industri hulu hilir, karena industri yang sangat memungkinkan disini adalah pertanian seperti penanaman singkong, tepung tapioka juga," kata Aher.
Aher menyampikan kepada pihak Singapura bahwa Jabar memiliki lahan kecil tetapi sangat subur. Dia menambahkan. Jabar siap bekerja sama dalam bidang Pendidikan. "Tadi juga kita menawarkan ada kerjasama pendidikan antara Singapura dengan Jabar dalam soal pertukaran pelajar," ucap Aher.
Jawa Barat dan Singapura memiliki riwayat kerjasama yang menjanjikan. Kepala BPMPT Jawa Barat Dadang Ma'soem mengungkapkan nilai investasi Singapura di Jawa Barat masih tinggi. Menurut data BPMPT periode Januari-September 2015, Singapura berada di urutan ketiga setelah Jepang dan Malaysia sebagai negara dengan penanam investasi terbesar di Jawa Barat dengan nilai investasi mencapai Rp 4,7 Triliun lebih atau terealisasi dalam jumlah 278 proyek investasi. (bbn/bbn)











































