Begini Upaya RSHS Bandung Menyembuhkan Bocah Bersisik

Begini Upaya RSHS Bandung Menyembuhkan Bocah Bersisik

Mukhlis Dinillah - detikNews
Kamis, 21 Jul 2016 18:54 WIB
Begini Upaya RSHS Bandung Menyembuhkan Bocah Bersisik
Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung - Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memperkirakan perawatan terhadap penyakit kulit Diky (12) bakal berlangsung selama 10 hari. Setelah itu, Diky bisa rawat jalan di rumahnya sesuai anjuran dokter.

"Kami memperkirakan usai 10 hari (sejak 19 Juli lalu) pasien sudah bisa rawat jalan di rumah," kata Inne Arline Diana, selaku dokter spesialis kulit dan kelamin RSHS Bandung.

Dia mengungkapkannya kepada wartawan di RSHS Bandung, Jalan Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, Kamis (21/7/2016). Guna memastikan kesehatan Diky usai mendapat perawatan di RSHS, menurut dia, perlu adanya perbaikan lingkungan di tempat tinggal pasien. Sebab, sambung Inne, faktor lingkungan menjadi salah satu penyebab penyakit kulit Diky memburuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat agar turun tangan ke lapangan. Tujuannya, Inne menyebutkan, agar warga sekitar tidak terkena penyakit serupa.

"Terapi harus serempak, kita harus mengobati pasien dan perbaikan lingkungan sekitar. Tidak bisa hanya satu siklus," tuturnya.
Pihak RSHS Bandung saat memberikan keterangan kepada wartawan. Foto: Mukhlis Dinillah.
Inne menjelaskan, penyakit diderita Diky itu berasal dari kutu (Scarcoptus Skabiei). Gejala awal yaitu penderita akan mengalami gatal dan bintik merah pada beberapa bagian anggota tubuh.

"Jadi penyakit ini bisa menular lewat bersentuhan, menggunakan pakaian penderita. Kutu tersebut akan berpindah," ucap Inne.

Penyakit yang sebutannya Norwegian Scabies ini sifatnya endemis. Kutu-kutu tersebut akan menyebar di lingkungan sekitar tempat penderita tinggal. Pihak RSHS Bandung akan membersihkan seluruh kutu yang ada di tubuh Diky. Selain itu mengobati luka di tubuh Diky akibat kulit-kulitnya mengelupas hampir sekujur tubuh.

"Kami juga minta seluruh pakaian Diky maupun keluarganya untuk dicuci menggunakan air hangat untuk membersihkan kutu-kutu yang bisa saja menyebar. Karena bukan tidak mungkin keluarganya saat ini sudah tertular," ujarnya.

Soal kondisi kaki Diky yang tidak bisa berjalan, Inne mengaku akan melibatkan dokter spesialis lain untuk melakukan terapi lanjutan. "Kita akan bantu untuk terapi sambil menunggu kesembuhan kulitnya. Kaki dia kaku karena enggak pernah digerakan selama ini," kata Inne. (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads