Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi menjelaskan lokasi tepat insiden kecelalaan tersebut berada di Kampung Cisangkan Hilir, RT 4 RW 8, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi, Kota Cimahi, Kamis (21/7/2016), sekitar pukul 06.55 WIB. "Dia (Sinta) tertabrak KRD Bandung Raya jurusan Bandung-Padalarang. Penyebabnya karena dia menerobos," kata Ade via pesan singkat.
Insiden maut tersebut terjadi saat Sinta berangkat ke sekolah. Saat tiba di lokasi kejadian, Sinta tidak menghiraukan imbauan warga yang memberitahu ada kereta lewat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dua motor yang menerobos. Saat di tengah perlintasan rel, dua motor itu berhenti, salah satunya dikemudikan Sinta. Karena panik melihat kereta mendekat, dua motor itu terjatuh. Lalu saksi (Deni) menolong satu pengendara, sedangkan Sinta tidak terselamatkan," kata Ade.
Tubuh mungil Sinta dan motornya tersambar kereta. Dia tewas dengan kondisi mengenaskan. "Tubuhnya terseret kereta sejauh 200 meter," kata Ade.
Pihak kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian serta mengevakuasi jasad Sinta. Setelah itu, polisi menghubungi orang tuanya berkaitan peristiwa tersebut. Sinta tinggal di kawasan Kebon Kalapa, RT 1 RW 3, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
"Enggak ada petugas dari PT KAI yang berjaga. Jadi selama ini perlintasan kereta di lokasi tersebut dijaga warga setempat. Warga inisiatif membuat palang pintu menggunakan sebatang bambu. Guna mencegah kejadian serupa, kami segera berkoordinasi dnegan pihak PT KAI," kata Ade. (bbn/bbn)











































