Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung setidaknya memetakan 15 titik rawan keberadaan PMKS khususnya gelandangan dan pengemis (gepeng). Sehingga, pasukan rompi merah difokuskan berjaga di lokasi-lokasi tersebut.
Berdasarkan pantauan detikcom pada Jumat (15/7/2016), sejumlah perempatan seperti Supratman, Gatot Soebroto, Samsat, Leuwi Panjang, Muhammad Toha, Cikapayang, terlihat pasukan rompi merah tengah bertugas. Mereka siap siaga mengawasi pergerakan gelandangan dan pengemis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berjaga disini setiap hari untuk mengawasi PMKS," kata Sayudi (44) kepada detikcom disela tugasnya.
Sayudi mengaku biasanya bertugas bersama tiga rekan lainnya yang berasal dari Kepolisian, Satpol PP dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Namun ketiganya tengah memiliki tugas lain.
Dalam menjalankan tugasnya, Sayudi hanya mengawasi dan melaporkan perkembangan situasi di lokasi tersebut. Sebab, sambung dia, ia tidak memiliki wewenang untuk melakukan penanjangkauan.
"Jadi saya tugasnya cuma melaporkan situasi lewat foto, nanti ada timabungan yang melakukan penertiban," jelas dia.
Disinggung terkait antisipasi pendatang baru usai lebaran, Sayudi mengaku sudah mengantisipasinya sejak H+1 lebaran. Ia bersama pasukan rompi merah lainnya sudah diinstruksikan untuk bersiaga.
"Jadi hari pertama setelah lebaran juga kami sudah ditugaskan. Jadi tidak ada libur," kata dia.
Menurutnya dengan upaya seperti ini memang berdampak positif terhadap berkurang jumlah PMKS di Kota Bandung. Pasalnya, sambung dia, mereka merasa terusik dengan keberadaan petugas dan penertiban yang terus menerus dilakukan.
"Dua tahun lalu mah disini (perempatan Jalan Ahmad Yani) ada banyak gepeng. Tapi sekarang udah hampir enggak ada," tuturnya. (avi/avi)











































