"Jadi di Bandung tidak ada konsep perpeloncoan fisik itu. Saya akan kirim suratnya besok lusa ke sekolah," ujar Emil, sapaan Ridwan, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (13/7/2016).
Menurut Emil, konsep plonco yang selama ini kerap mengedepankan unsur kekerasan fisik harus digantikan dengan pendidikan kreatif dan pendidikan karakter. Apalagi saat ini Bandung memiliki kurikulum karakter bernama Bandung Masagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendikbud Anis Baswedan menegaskan pelaksanaan orientasi siswa tidak dilakukan oleh siswa, tapi dilakukan oleh guru. Pengenalan lingkungan sekolah juga tidak diperbolehkan menggunakan atribut macam-macam. Dalam waktu dekat, Emil akan mengundang Anis Baswedan untuk meninjau langsung ke Kota Bandung.
"Kita akan 100 persen mengikuti arahan pak menteri, makanya pak menteri mau ke Bandung karena Bandung punya kurikulum itu," tutupnya. (avi/trw)










































