Ini Harga Daging Sapi dan Ayam di Kota Bandung Usai Lebaran

Ini Harga Daging Sapi dan Ayam di Kota Bandung Usai Lebaran

Mukhlis Dinillah - detikNews
Senin, 11 Jul 2016 20:30 WIB
Ini Harga Daging Sapi dan Ayam di Kota Bandung Usai Lebaran
Ilustrasi penjual ayam potong. Foto: Rachman Haryanto
Bandung - Warga Kota Bandung bisa kembali sedikit bernafas lega. Pasalnya, harga daging sapi yang sebelumnya melambung tinggi Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu perkilogram, mulai berangsur turun usai lebaran Idul Fitri 2016.

Asosiasi Pedagang Daging Sapi Indonesia (Apdasi) Kota Bandung Endang Mubaroq mengatakan harga daging di beberapa pasar tradisional kini dibanderol Rp 115 ribu perkilogram.

"Sebagian pasar tradisional sudah mengalami penurunan hingga 15 ribu per kilogram," kata Endang saat dihubungi, Senin (11/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Endang, kondisi ini akan semakin membaik seiring ketersediaan stok sapi di Rumah Potong Hewan (RPH). Ia memperkirakan, dalam beberapa hari ke depan, harga daging sapi di Kota Bandung bisa mencapai Rp 110 ribu perkilogram.

"Harga daging sapi akan terus menurun dalam beberapa hari ke depan, karena stok sapi di kandang masih mencukupi. Dalam satu hari, kebutuhan sapi potong yang datang ke RPH mencapai 300 ekor," ucapnya.

Dia meminta pemerintah terus berupaya menjaga stabilisasi harga daging sapi di pasaran. Sehingga, sambung dia, harga daging di pasaran tidak kembali naik dalam waktu dekat.

"Terutama yang perlu diantisipasi menjelang Idul Adha. Karena diprediksi harga daging sapi akan kembali melonjak," ujar Endang.

Kondisi berbeda justru terjadi pada harga ayam potong di Kota Bandung. Meski sudah mengalami penurunan, harga daging ayam potong belum stabil.

Humas Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (Pesat) Jabar Yoyo Sutarya menyebutkan harga daging ayam potong saat ini kisaran Rp 42 ribu hingga Rp 45 ribu perkilogram.

"Harga segitu masih tinggi, karena normalnya di 32 ribu perkilogram," katanya.

Menurut Yoyo, melambungnya harga daging ayam hingga sekarang disebabkan oleh kosongnya stok ayam di kandang. Pedagang tidak bisa memaksimalkan penurunan harga karena minimnya pasokan.

"Kita juga tidak bisa memastikan kapan harga daging ayam kembali normal," ucap Yoyo. (bbn/bbn)


Berita Terkait