Ini Skema Rekayasa Lalu Lintas Jalur Mudik di Jabar

Ini Skema Rekayasa Lalu Lintas Jalur Mudik di Jabar

Masnurdiyansyah - detikNews
Selasa, 28 Jun 2016 15:40 WIB
Ini Skema Rekayasa Lalu Lintas Jalur Mudik di Jabar
Kawasan Nagreg. Foto: rachman
Bandung - Polda Jabar memberlakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah jalur yang dilalui pemudik. Hal itu dilakukan untuk mengatasi penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan. Seperti ini skemanya.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, guna memperlancar arus lalu lintas, pihaknya menerjunkan sebanyak 21.170 personel dari seluruh anggota di wilayah hukum Polda Jabar.

"Ada beberapa skema yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian di jalur nanti, hal itu untuk mengurangi kepadatan kendaraan. Personel sudah kita sebar," ujar Yusri di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Selasa (28/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Skema yang diberlakukan di jalur tengah dan selatan dimulai sejak kendaraan ke luar dari gerbang Tol Cileunyi. Polisi memberlakukan satu jalur di mana salah satu arah ditutup terlebih dahulu untuk mencairkan penumpukan kendaraan di arah yang satunya.

"Kendaraan dari Tol Cileunyi yang menuju Garut, diluruskan memutar di Unpad. Kendaraan yang dari Bandung diluruskan memutar di Unpad," ujarnya.

Selain itu, skema diberlakukan untuk kendaraan yang mengarah ke Priangan Timur dan Jawa Tengah. Skema di pintu tol Cileunyi nanti, para pemudik yang keluar akan ditarik ke arah Jatinangor, tepatnya di wilayah kampus IPDN yang kemudian diarahkan ke Rancaekek untuk dibagi ke dua wilayah Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya.

"Yang selanjutnya dengan skema yang sama, cuman ini diperpanjang penarikan kendaraan sampai ke Jatinangor, lalu diarahkan ke Rancaekek atau diarahkan ke Desa Sayang (Mako Brimob) selanjutnya sama diarahkan ke Cagak untuk Tasik atau Garut," terang Yusri.

Sementara itu, untuk sistem arus lalu lintas di jalur utara, pihak kepolisian telah menyiapkan skema pengaturan lawan arus. Pengaturan tersebut digunakan di jalur utara Tol Palimanan menuju arah Jawa Tengah, tepatnya di KM 32 hingga KM 61.

"Untuk jalur selatan dan timur tidak akan menggunakan sistem Contraflow (lawan arus), sistem ini hanya digunakan di jalur utara saja," ujarnya.

Skema pencairan kendaraan juga akan diberlakukan bila terjadi antrean panjang di Tol Cipali. Bila kendaraan mengular dari gerbang Tol Palimanan, polisi lalu lintas akan mengalihkan kendaraan ke beberapa tol yang berada di sekitarnya.

"Nanti kita buang ke arah gerbang Tol Kertajati dan gerbang Tol Sumber Jaya. Skema yang sama juga akan diberlakukan bila nanti terjadi kepadatan di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jabar, atau pantura. Maka arus akan dialihkan melalui pertigaan Losari masuk Pabedilan dan Pertigaan Terminal Ciledug-Losari Jateng," jelasnya.

Selain melakukan rekayasa jalan, Polisi juga akan membuka jalur alternatif sebagai solusi terakhir untuk mengurai kemacetan di jalur mudik.

"Saat puncak mudik, jalur alternatif yang ada di daerah masing-masing itu akan dipergunakan. itu menjadi salah satu solusi jika memang kendaraan di jalan sudah menumpuk," tutup Yusri.

(avi/avi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads