Pantauan detikcom di Pendopo, poster tersebut berukuran sekitar 50x50 centimeter, berwarna merah dan hurup warna putih. Poster itu bertuliskan hurup kapital 'MOHON MAAF TIDAK MENERIMA PARCEL/BINGKISAN LEBARAN'.
Dikonfirmasi wartawan, Senin (26/6/2016), menurut Emil, sapaan Ridwan, sejak seminggu lalu poster tersebut dipasang di pintu gerbang Pendopo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emil mengungkapkan, pihaknya tak bermaksud untuk mengurangi pendapatan bisnis bingkisan atau parsel. Namun, sambung dia, sebagai aparatur negara tidak diperbolehkan menerima parsel atau bingkisan.
"Jadi jangan salah paham. Kami tidak mengurangi bisnis bingkisan. Silakan memberi kepada keluarga, teman, mantan. Kalau ke PNS, disinyalir ada motivasi yang berhubungan dengan pekerjaan. Jadi kita hindari," ujarnya menegaskan.
Sejak dipasang poster di depan pintu gerbang, menurut mantan dosen ITB tersebut, pengiriman parsel ke Pendopo semakin berkurang.
"Alhamdulillah, sekarang sedikit. Karena ditolak langsung sama satpam. SOP-nya begitu," ucap Emil. (avi/bbn)










































