"Sampah akan meningkat setiap jelang lebaran, makanya tukang sapu akan disebar di beberapa titik yang menghasilkan sampah cukup tinggi. Nanti mereka akan bekerja dibagi beberapa shift tergantung dari lokasi yang disapu nanti," ucap Dirut PD Kebersihan Deni Nurdiana di Jalan Anggrek, Kota Bandung, Jum'at (24/6/2016).
Deni menyebut petugas kebersihan disiagakan sejak malam takbir hingga hari lebaran ketiga. Mereka menyebar ke beberapa titik kota yang memiliki intensitas penghasil sampah tertinggi. Menurut Deni, penghasilan sampah saat hari raya Idul Fitri tahun ini diprediksikan meningkat 1.800 ton sampah, sedangkan hari biasa volume sampah yang dihasilkan 1.500 ton perhari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deni mengatakan, malam takbiran nanti jumlah petugas kebersihan yang diturunkan sebanyak 1.119 orang, pada hari H lebaran 226, hari pertama lebaran sebanyak 744 orang, hari kedua lebaran sebanyak 907 orang, dan hari ketiga lebaran sebanyak 898 orang.
"Jadi pada saat memasuki malam takbiran pasukan mulai tambah, namun pada hari H menurun karena pas hari lebaran Kota Bandung relatif sepi. Penambahan pasukan akan terjadi pada lebaran ke satu, dua, dan tiga di tempat-tempat wisata," terangnya.
Berkaca saat momen serupa pada 2015, jumlah volume sampah meningkat di lokasi-lokasi kunjungan wisatawan yaitu Alun-alun Bandung, Alun-alun Ujungberung, dan Kebun Binatang Kota Bandung. Di tempat tersebut, kenaikan sampah bisa mencapai 400 persen, seiiring dengan minat wisatawan yang memadati lokasi tersebut.
"Maka dari itu untuk tempat-tempat tersebut akan dibagi menjadi tiga shift, seperti di Alun-alun Kota Bandung kita taruh 49 penyapu disana plus mobil sapu disana," kata Deni. (bbn/bbn)











































