"Hari ini diundur. Jadi besok Jumat (24 Juni) kita akan rapat dengan para pengusaha bus. Apakah bus mereka siap untuk mengangkut pemudik tahun ini atau tidak," ucap Kadishub Kota Bandung Didi Ruswandi saat dihubungi detikcom, Kamis (23/6/2016).
Dishub Kota Bandung bakal meminta kejelasan dan memastikan berapa banyak armada angkut yang akan dioperasikan pada arus mudik yang waktunya sudah dekat. "Rapat akan membahas juga soal pihak perusahaan menurunkan berapa banyak bus untuk mudik nanti," kata Didi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didi melanjutkan, pihaknya tidak mengetahui keberaadaan bus yang 'hilang'. Dia berpikir positif jika para perusahaan bus tengah memperbaiki armada.
"Satu sisi, kami berharap pengurangan ini ada itikad baik dari pengelola usaha angkutan. Mereka mau memperbaiki kendaraan hingga laik jalan sebelum masa puncak arus mudik berlangsung," harap Didi.
Biasanya okupansi bus dalam setiap keberangkatan ialah sekitar 60 persen. Didi menerangkan jika ada sekitar 40 persen dari bus yang tidak beroperasi karena dinyatakan tidak laik jalan, penumpang masih bisa terlayani. Tapi tentu hal itu kembali lagi kepada distribusi penumpang apakah dapat berjalan dengan baik atau tidak.
Terpenting saat ini, menurut Didi, jangan terjadi pengumpulan dan penumpukan penumpang akibat kekurangan armada bus bertepatan arus mudik nanti. "Sebisa mungkin tidak ada penumpukan penumpang," ujar Didi. (bbn/bbn)











































