"Korban tadi itu infonya lagi masak. Dia terjebak," ucap warga setempat, Joko (23), di lokasi kebakaran.
Ruko tersebut, lanjut Joko, dihuni keluarga Nurhayati dan anak-anaknya untuk kegiatan bisnis. "Tempat ini membuka usaha warung nasi, tambal ban, konter handphone dan kios bensin eceran," ujar Joko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dugaan sementara penyebabnya korsleting listrik yang memicu api lalu menyambar bensin eceran," kata Ferdi via pesan singkat.
Sebanyak empat unit mobil pemadam api diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas berusaha menyelamatkan perempuan tersebut. Nahas nyawa Nurhayati tak tertolong karena api berkobar besar sehingga petugas terkendala merangsek masuk melalui pintu depan bangunan.
"Kami sudah melakukan reaksi cepat untuk melakukan pemadaman, penyekatan dan juga pendinginan di lokasi kejadian," kata Ferdi.
Warga sekitar menyebut di dalam kios tersebut menyimpan bensin sebanyak 200 liter. Kini bangunan yang terbakar itu telah dipasang garis polisi guna penyelidikan lebih lanjut. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Jasad korban diboyong ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
(Hbb/Hbb)










































