"Ide ini (kunjungan dokter ke rumah) sudah hadir dan akan kita perluas di 30 rumah sakit di Kota Bandung. Teorinya sama. Pada saat si orang miskin ini ke rumah sakit tapi penuh dan tidak mampu bayar ruang inap, maka dokternya dan perawat yang akan datang kepada pasien," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di RS Al Islam Kota Bandung, Jalan Soekarno Hatta, Selasa (14/5/2016).
Saat ini ada 10 dokter dan 20 perawat yang sudah disiapkan RS Al Islam. Pria yang karib disapa Emil itu berharap ke depan seluruh rumah sakit di Bandung bisa meniru apa yang sudah dilakukan RS Al Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Direktur Utama RS Al Islam Sigit Gunarto mengungkapkan, RS Al Islam sudah lama menyiagakan dokter emergency yang bisa dipangil ke rumah. Namun mulai hari ini, secara sistem akan menjadi bagian dari program Kota Bandung.
"Kita punya tim mobil dan motor, yang motor ini kalau ada kegawatan dia turun. Bahkan untuk di tempat bencana juga turun. Sementara dokter dan perawat yang rutin di UGD, mereka bergantian," jelas Sigit.
Saat ini, lanjut Sigit, baru ada dua motor yang digunakan untuk melayani panggilan warga sakit yang dalam kondisi darurat. Pemkot Bandung dalam waktu dekat akan memberi dua motor tambahan untuk semakin banyak melayani pasien.
Sigit berharap rumah sakit lain bisa ikut berpartisipasi sehingga lebih maksimal melayani masyarakat yang butuh dokter datang ke rumah. "Setiap hari ada. Saat ini di wilayah dekat rumah sakit saja (Kecamatan Rancasari) yang ditangani 90 orang dalam kurun waktu satu bulan. Tapi tidak hanya masyarakat di sekitar rumah sakit saja. Di daerah lain asalkan masih di Kota Bandung kami upayakan," tuturnya.
Syaratnya mudah, warga yang keluarganya sedang sakit dan sulit untuk datang ke rumah sakit, bisa menghubungi RS Al Islam untuk meminta dokter bermotor datang ke rumah. Ke depan, Pemkot Bandung sedang menyiapkan sistem sehingga masyarakat bisa langsung menelepon ke nomor darurat Kota Bandung 119.
"Tinggal kontak tim home medicare kita. Bilang saja ada pasien yang butuh perawatan di rumah karena tidak memungkinkan," kata Sigit. (avn/bbn)










































