Salah seorang pengunjung Gyastari Suci (21), mengungkapkan kenyamanannya saat berkunjung ke Teras Cikapundung. Menurutnya, tempat tersebut menjadi pilihan cocok untuk menunggu waktu berbuka puasa.
"Asyik banget, di sini disediain colokan untuk charge handphone, jadi betah buat lama-lama. Selain nongkrong, kita juga bisa ngabuburit sambil nyobain rafting," jelas mahasiswi UIN SGD Bandung itu kepada detikcom, Senin sore (13/6/2016) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berjalan sedikit ke dalam, terdapat beraneka tanaman hias yang berwarna-warni. Pot-pot tanaman tersebut juga dibuat seunik mungkin agar enak dipandang. Selain itu, terdapat pula batu-batu bundar dan beberapa karya seniman yang terpajang di sudut-sudut Teras Cikapundung.
Di bagian tengah, terdapat jembatan merah yang membentang membelah sungai. Jembatan itu menjadi daya tarik bagi pengunjung, sehingga banyak yang mengabadikan momen berkunjungnya di jembatan tersebut. Setelah melewati jembatan merah, pengunjung akan disajikan kesejukan alam berupa rindangnya pepohonan dan gemercik kolam. Pengunjung bisa menikmati ketenangan alam di Teras Cikapundung dengan duduk santai di saung-saung yang teduh.
Jembatan merah di Teras Cikapundung |
Karena pepohonan Teras Cikapundug masih rimbun, seringkali terlihat burung-burung beterbangan dengan kicauan yang menenangkan. Kondisi itu membuat banyak pengunjung betah di Teras Cikapundung.
Tak jarang, ada pula komunitas yang mengadakan kegiatannya di area ini. Selain karena tempatnya yang menarik, banyaknya pengunjung juga memudahkan komunitas tersebut untuk melakukan sosialisasi. Tentu saja kegiatan di Teras Cikapundung harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari pengelola. Tidak hanya menawarkan pemandangan yang asri, di sana, pengunjung juga bisa menikmati wahana rafting Teras Cikapundung. Harganya pun terjangkau, mulai dari Rp 5.000-Rp 100.000.
Hendra (34)datang bersama anaknya. Teras Cikapundung tempat yang cocok bagi Hendra untuk mengajak anak mengenal alam. "Anak saya biar diajak kenal alam sejak kecil. Di sini kan tempatnya enak, cukup sejuk walau berada di kota," ujarnya.
Salah satu area di Teras Cikapundung |
Sebelum beranjak pulang, biasanya pengunjung kembali mengambil foto di dinding yang terdapat hiasan ikan dan kupu-kupu. Serta di bagian yang terdapat tulisan bahasa Sunda: 'Indung kudu dijunjung, Bandung kudu disanjung, urang pikanyaah Cikapundung nu agung'. Sebuah petuah untuk senantiasa menghormati orang tua, kota dan alam.
Untuk menikmati ketentraman Teras Cikapundung, pengunjung hanya harus membayar Rp 3.000 bagi yang membawa kendaraan, dan gratis bagi yang tidak membawa kendaraan. Teras Cikapundung dibuka sejak jam delapan pagi, dan tutup jam delapan malam. (bbn/bbn)












































Jembatan merah di Teras Cikapundung
Salah satu area di Teras Cikapundung