General Manager Damri Cabang Bandung Indra Darmawan mengatakan, dengan skema terjadwal ini, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan kepastian kapan bus berangkat dan tiba di halte.
"Kalau keberangatan bus sudah terjadwal, penumpang akan tahu jadwal datang bus jam berapa, sehingga tahu di shelter (halte) nunggunya jam berapa," ujar Indra, Minggu (12/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami jamin tidak ada lagi yang ngetem. Keberangkatan di halte setiap lima menit sekali, dua menit menunggu," jelasnya.
Dalam skema uji coba bus berbasis jadwal tersebut, Indra mengatakan, ada tiga trayek bus Damri yang aka ujicobakan dengan sistem ini, yakni jurusa Cicaheum - Cibeureum, Cicaheum - Leuwi Panjang, dan Cibiru - Kebon Kalapa.
"Dari 165 unit bus yang disediakan, baru ada 142 bus untuk lima trayek. Tapi yang pertama diujicobakan tiga trayek dulu, sisanya menyusul karena masih menunggu armada siap seluruhnya," tambah Indra.
Dengan diberlakukannya sistem keberangkatan terjadwal, penumpang juga tidak bisa sembarangan naik. Bus hanya akan menaikan dan menurunkan penumpang di halte yang sudah tersedia.
"Jadi nanti penumpang naik di halte, turun juga di halte. Akan ada petugas yang mengawasi nanti," tandasnya. (avn/rna)











































