Groundbreaking Flyover, Arus Lalu Lintas Mengarah Antapani Macet Parah

Groundbreaking Flyover, Arus Lalu Lintas Mengarah Antapani Macet Parah

Adam - detikNews
Jumat, 10 Jun 2016 08:42 WIB
Groundbreaking Flyover, Arus Lalu Lintas Mengarah Antapani Macet Parah
Foto: Adam Rahadian Ashari
Bandung - Kemacetan panjang terjadi di segala arah menuju Simpang Antapani, Kota Bandung, Jumat (10/6/2016). Baik Jalan Ahmad Yani, Jalan Ibrahim Adjie (Kircon), maupun Jalan terusan Jakarta (Antapani).

Penyebabnya, adanya tenda besar di tengah jalan simpang Antapani, untuk seremonial grounbreaking flyover Antapani yang rencananya akan dimulai pagi ini, pukul 09.00 WIB.

Kemacetan mulai dirasakan sejak pukul 06.30 WIB hingga saat ini.

Laju kendaraan yang tersendat sudah terpantau dari Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, sekitar tiga kilometer dari Simpang Antapani.

Di pertigaan Jalan Jenderal Ahmad Yani-Ibrahim Adjie, kendaraan semakin menumpuk dan bergerak lamban. Beberapa petugas kepolisian terlihat berusaha mengurai padatnya jalanan.

Di pertigaan tersebut, bahkan dipasang spanduk yang mengimbau pengendara untuk menghindari Simpang Antapani. Pengendara dianjurkan menempuh jalur memutar atau jalan tikus yang bisa ditempuh melewati jalan-jalan kecil.

Sementara dari arah Jalan Terusan Jakarta (Antapani), kemacetan mulai terjadi di pertigaan Jalan Subang. Dari arah Kiaracondong, kemacetan terjadi mulai dari atas flyover Kircon.

Sebenarnya kepadatan kendaraan di Simpang Antapani juga terjadi pada hari-hari biasa, namun sejak kemarin saat tenda untuk prosesi groundbreaking dibangun, kemacaten lebih parah.

Salah seorang pengendara motor Deden Sulaiman (43), menilai proses peresmian dimulainya konstruksi flyover ini terlalu berlebihan. "Harusnya biasa saja, sederhana dan tidak terlalu mengganggu para pengendara," katanya.

Meski demikian, dia menyadari bahwa pembangunan ini diperuntukkan bagi masyarakat. Karenanya, dia berharap proses pembangunan segera selesai, tidak mengganggu laju jalan, dan bisa dinikmati hasilnya dalam mengurai kemacetan. (ern/ern)



Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini