Ini Motif Deddy Membakar Gedung Kejati Jabar

Ini Motif Deddy Membakar Gedung Kejati Jabar

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 06 Jun 2016 14:45 WIB
Ini Motif Deddy Membakar Gedung Kejati Jabar
Deddy Sugarda pakai tongkat (tengah)/Foto: Baban Gandapurnama
Bandung - Deddy Sugarda tak membantah sebagai pembakar gedung Kejati Jabar. Pria berusia 58 tahun yang pernah dibui gara-gara membacok jaksa di PN Bandung itu mengaku beraksi tunggal sewaktu membakar gedung tersebut. Apa motif Deddy?

"Saya bener-bener sangat kecewa terhadap para jaksa. Banyak oknum jaksa yang korup," ucap Deddy di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin (6/6/2016).

Suara Deddy serak. Dia berjalan tertatih sambil tangan kanannya mencengkeram tongkat kayu seusai menjalani pemeriksaan di ruang Dokkes Mapolrestabes Bandung. Deddy mengaku penyakitnya kambuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deddy menegaskan ulahnya tersebut tidak berkaitan dengan sengketa atau perkara yang ditangani Kejati Jabar. Dia menyatakan tidak memiliki masalah dengan Kajati Jabar yang baru dilantik Jumat lalu yaitu Untung Arimula.

Dia juga memastikan tak memendam dendam dengan pegawai Kejati Jabar. Pria beruban tersebut intinya tidak respek terhadap oknum-oknum jaksa yang terlibat korupsi.

"Ya saya sakit hati dengan semua oknum jaksa yang korup. Bukan hanya jaksa di sini saja (Jabar), tapi semuanya secara umum," tutur Deddy yang didamping pengacara dan koleganya.

Minggu siang (5/6) kemarin, Deddy mengaku datang sendirian ke kantor Kejati Jabar di Jalan Martadinata, Kota Bandung. Dia ingin berjumpa salah satu pejabat Kejati Jabar, namun karena hari libur sehingga orang yang dicarinya tidak berada di tempat.

Dia mengaku menumpahkan bensin di area dalam gedung. Setelah itu Deddy menyulut korek gas sehingga api berkobar menghanguskan sebagian bangunan. "Saya sendirian ke Kejati Jabar. Saya bawa bensin yang belinya di SPBU yang daerah Kiaracondong," ucap Deddy. (bbn/err)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini