Jeritan Hati Sopir Angkot untuk Ridwan Kamil

Jeritan Hati Sopir Angkot untuk Ridwan Kamil

Avitia Nurmatari - detikNews
Kamis, 02 Jun 2016 14:21 WIB
Jeritan Hati Sopir Angkot untuk Ridwan Kamil
Foto: Avitia Nurmatari/detikcom
Bandung - Seratusan sopir angkot kecewa audiensi penolakan kehadiran Bus Sekolah tidak dihadiri Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Mereka menjerit, merasa orang nomor satu di Kota Bandung itu tak adil.

Audiensi diterima oleh Kabid Angkutan Dishub Kota Bandung, Yan Heryana dan Kepala UPT TMB Sultoni di Gedung Serbaguna Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (2/4/2016). Emil--sapan karib Ridwan Kamil-- tidak hadir karena sedang meninjau perbaikan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Perwakilan sopir angkot dari masing-masing trayek angkat bicara. Jika ditarik benang merahnya, semua protes dengan keberadaan Bus Sekolah gratis yang dianggap mengambil jatah penumpang mereka.

Dadang sopir Elang-Gedebage menilai Bus Sekolah tidak tepat sasaran dan pemborosan. Biaya operasional bus sekolah dinilai mahal dibanding biaya operasional angkot.

"Pemborosan pemerintah lebih banyak dari bus sekolah. Satu bus solarnya berapa. Sementara manfaatnya tidak banyak dirasakan rakyat kecil," ujar Dadang.

Selanjutnya yang berbicara Sadawa, Pewakilan angkot Cicadas-Cibiru. Sadawa menilai alasan Pemkot Bandung mengeluarkan bus sekolah gratis untuk mengurai kemacetan juga tidak efektif.

"Justru menyebabkan kemacetan. Bapak tau sendiri Cibiru itu hanya bunderan. Jalannya kecil. Itu sekarang dari Cibiru sampai Gedebage setiap hari macet," ungkapnya.

Sadawa juga mengusulkan agar Pemkot Bandung lebih baik mensubsidi angkot daripada menghadirkan bus sekolah gratis.

"Kan kami para angkot bisa disubsidi. Misalnya dikasih karcis seperti Damri. Kami bangga kalau Pak Wali berpihak kepada masyarakat. Tapi kenyataanya seperti ini. Kami juga punya anak-anak yang sekolah," tambahnya.

Sementara Eko perwakilan angkot Marrgahayu-Ledeng mengungkapkan, pihaknya hanya ingin bertemu dengan Wali Kota untuk secara langsung mengeluhkan kondisi para sopir angkot.

"Setiap tahun kami berdemo tidak pernah diterima Wali Kota. Aspirasi kami tidak sampai. Saya mau dihadiri Wali Kota," singkatnya.

Dalam audiensi tersebut, mereka juga berharap Pemkot Bandung mengkaji ulang diberlakukannya Bus Sekolah Gratis di Jalur Cibiru-Asia Afrika dan Cibiru-cibeureum. (avn/err)



Berita Terkait