Penyelamatan Kebun Binatang Bandung Jangan Emosional

Gajah Yani Mati

Penyelamatan Kebun Binatang Bandung Jangan Emosional

Erna Mardiana - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2016 18:08 WIB
Penyelamatan Kebun Binatang Bandung Jangan Emosional
Diskusi 'Save Kebun Binatang Bandung, Sabtu, 14 Mei 2016 (Foto: Erna Mardiana/detikcom)
Bandung - Penyelamatan Kebun Binatang Bandung harus fokus terhadap penyelamatan hewan. Karena itu, solusi yang muncul jangan terburu-buru dan emosional. Apalagi berujung pada seruan boikot hingga penutupan taman margasatwa yang sudah berusia 80 tahun lebih itu.

Hal itu mencuat dalam diskusi 'Save Kebun Binatang Bandung' yang digelar sejumlah tokoh Kota Bandung di RM Sindang Reret, Sabtu (14/5/2016).

"Saya sangat menyayangkan ucapan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang menyerukan boikot kebun binatang, seenaknya saja wali kota bicara begitu. Itu sudah jadi fasilitas publik. Seharusnya sebagai wali kota harus lebih bijak mengeluarkan statement. Saya khawatir itu karena dia emosional," ujar Budayawan Sunda Memet Hamdan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya sebelum menyerukan di media sosial mengenai boikot kebun binatang, wali kota harus melihat lebih jauh akan dampaknya. "Saya tantang wali kota untuk debat terbuka. Ayo, untuk menyelesaikan masalah ini kita public hearing, jangan sewenang-wenang gunakan kekuasaan," tegas tokoh yang aktif di Badan Musyawarah Masyarakat Sunda (Bamus) ini.

Hal yang sama dilontarkan budayawan Kota Bandung lainnya Budi Dalton. Ia melihat kasus Gajah Yani membuat posisi Yayasan Margasatwa Tamansari sebagai pengelola kebun binatang berhadapan dengan Pemkot Bandung.

"Kita harus jadi penengah. Jangan sampai, gajah maot oge dijadikeun buat popularitas. Public hearing lebih baik untuk menyelesaikan hal ini," katanya.

Sobirin, Koordinator Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (Foto: Erna MN/detikcom)

Sementara itu, Koordinator Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) Sobirin, menyatakan untuk penyelesaian masalah kebun binatang Bandung harus dipikirkan secara matang dan melibatkan masyarakat luas.

"Jangan mendesak dan monumental solusinya. Ya enggak bener itu seruan boikot, kecuali kalau boikot dan pemkot mau membayar semuanya, ya silakan saja," tandasnya.

Sobirin juga menyatakan wacana Pemkot Bandung akan mensomasi pengelola Kebun Binatang tidak perlu dilakukan. "Ngapain somasi-somasi, ayo dong duduk bersama cari solusi bersama," tegasnya.

Lebih lanjut Sobirin mengaku hal yang paling ia khawatirkan dalam masalah kebun binatang Bandung adalah munculnya investor. "Saya khawatir investor yang masuk akan mengubah kebun binatang. Mungkin jangka pendek bisa menyelesaikan persoalan, jangka panjang belum tahu. Bagaimana apabila investornya tidak pro lingkungan seperti investor di Punclut?" cetusnya.

Karenanya ia menyarankan penyelesaian Kebun Binatang Bandung dilakukan dengan cara gotong royong semua warga Bandung. "Gotong royong bukannya jadi tageline wali kota saat ini, kan katanya hidup perlu udunan (patungan)," katanya.

Namun saat ditanya secara teknis bagaimana caranya, Sobirin hanya menyatakan semua warga ikut peduli dan bergotong royong menyelamatkan kebun Binatang Bandung. (ern/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads