Bisik-bisik Miring soal Kebun Binatang Bandung

Gajah Yani Mati

Bisik-bisik Miring soal Kebun Binatang Bandung

Avitia Nurmatari - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2016 16:09 WIB
Bisik-bisik Miring soal Kebun Binatang Bandung
Tim dokter hewan memeriksa kesehatan satwa di Kebun Binatang Bandung, Rabu, 13 Mei 2016 (Foto: Avitia Nurmatari/detikcom)
Bandung - Kematian Gajah Yani mengungkap tabir betapa buruknya pengelolaan kesehatan hewan di Kebun Binatang Bandung. Selain tak memiliki dokter, sudah lama hewan di sana tidak diberi vitamin dan vaksinasi.

detikcom mendapat informasi tersebut dari seorang pegawai Kebun Binatang. Menurutnya, anggaran untuk kesehatan hewan sudah tersendat sejak 2009 lalu.

"Dulu dengan dokter hewan setiap tahun kami suka mengajukan anggaran kesehatan hewan. Tapi sejak 2009 sudah tersendat," ujar pria yang enggan disebutkan namanya saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, saat itu pengelola beralasan anggaran yang diminta cukup besar dan pengelola tidak bisa memenuhi.

"Besarannya tergantung program. Kalau ada vaksinasi dan vitamin itu besar, kalau pengobatan pakai obat yang tersedia saja. Tapi kata pengelola anggarannya terlalu besar," terangnya.

Sejak itulah hewan di Kebun Binatang Bandung tidak diberi vitamin dan vaksinasi. Dulu dokter di Kebun Binatang cukup banyak, sayangnya mereka berangsur mundur karena tidak sejalan dengan pengelola.

"Dulu mah dokter banyak, tapi mundur karena dibuat tidak nyaman. Tidak sejalan. Pengelola tidak mau menerima pendapat dari orang lain," ungkapnya.

Foto: Erna Mardiana/detikcom

Sejak tidak ada dokter, selain Gajah Yani, dalam kurun waktu satu tahun ini ada beberapa hewan juga yang sakit. Yakni Tapir dan Burung.

"Kita tidak melakukan apa-apa. Terakhir katanya ada dokter dari luar, tapi enggak tahu gimana perjanjiannya," jelasnya.

Pria yang sudah cukup lama bekerja di Kebun Binatang Bandung ini juga mengungkapkan, biasanya jika ada hewan yang mati langsung dikubur dan tidak diketahui penyakitnya apa.

"Ya kalau ada yang mati langsung dikubur. Tidak tahu terindikasinya apa. Tidak dilakukan nekropsi seperti ke Gajah Yani," tandasnya.

Pihak Kebun Binatang Bandung belum bisa diminta komentar terkait informasi ini. Di bagian lain, Wali Kota Ridwan Kamil mengaku sudah tahu ketidaberesan pengelolaan kebun binatang. Ia geram. Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, pengelola tidak bayar sewa lahan sejak 2007 silam. Ada dugaan pengelola juga tidak setor pajak retribusi, PBB, dan lain-lain. Selengkapnya baca di sini. (avi/try)


Berita Terkait