Ini Strategi Ridwan Kamil Tuntaskan Kesemrawutan Terminal di Kota Bandung

Ini Strategi Ridwan Kamil Tuntaskan Kesemrawutan Terminal di Kota Bandung

Avitia Nurmatari - detikNews
Kamis, 21 Apr 2016 14:59 WIB
Terminal Cicaheum/Foto: Baban Gandapurnama
Bandung - Kesemrawutan terminal menjadi salah satu prioritas perhatian Pemkot Bandung khususnya Dinas Perhubungan. Mulai tahun ini, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan mengkaji revitalisasi terminal.

Terminal Cicaheum disoroti karena dikeluhkan banyak masyarakat. Bus dan angkot yang ngetem di luar terminal, kerap membuat macet. Pria yang karib disapa Emil itu punya strategi untuk membuat terminal menjadi nyaman. Seperti apa?

Emil mengungkapkan, beberapa waktu lalu, akan ada rencana Light Rail Transit (LRT) yang menghubungkan Cicaheum-Dago. Sehingga saat itu revitalisasi Terminal Cicaheum diserahkan kepada swasta. Namun kini ada Perpres yang menyatakan LRT dibangun oleh APBN, sehingga Terminal Cicaheum diserahkan lagi kepada Pemkot Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya akan kebut tahun ini untuk melakukan revitalisasi. Saya paham soal komplain di terminal. Tahun ini akan ada pergerakan (penanganan terminal) secukupnya," ujar Emil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (21/4/2016).

Rencananya terminal di Kota Bandung akan dibangun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Terminal dibangun multifungsi, tak hanya soal perputaran kendaraan umum saja.

"Terminalnya dibangun bertingkat dengan konsep transit oriented development. Terminal dibangun multifungsi ada tempat belanjanya, ada hotel, rumah susun. Kalau di luar negeri kan seperti itu," jelasnya.

Kapan revitalisasi akan dimulai?

"Sedang dikaji, saya juga mau buka lelangnya, mungkin pembangunannya baru tahun depan," tandasnya.

Kota Bandung memiliki dua terminal besar yakni Cicaheum dan Leuwipanjang. Keduanya kerap dikritik warga karena membuat macet akibat bus dan angkot yang mengetem sembarangan.

(avn/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads