"Inovasi dan kreasi enggak boleh dihambat. Jadi ketika orang dari sisi teknis berinovasi dan berkreasi, ya tidak masalah," ucap Aher saat acara pameran dan seminar Self Leadership and Cyber Government On HRD yang digelar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (20/4/2016).
Aher menyebutkan salah satu inovasi dan kreasi yang telah diterapkan Pemprov Jabar berupa musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) secara virtual atau E-Musrenbang. Konsep cyber government tersebut bertujuan untuk efisiensi dan optimalisasi musrenbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan survei Pemeringkatan E-Governmnet Indonesia (PEGI) oleh Kemenkominfo pada periode 2010-2014, Jabar berada di urutan pertama tahun 2010 hingga 2013, serta urutan kedua pada 2014. Selain itu, selama lima tahun berturut-turut atau 2010-2015, website Pemprov Jabar memperoleh juara umum Anugrah Media Humas. Lalu pada November 2015 lalu, Pemprov Jabar menyabet penghargaan berkaitan pengadaan elektronik yaitu kategori Kepemimpinan Daerah dalam Transformasi Pengadaan Secara Elektronik, kategori Peran LPSE Provinsi, dan Kategori Inovasi LPSE berupa Aplikasi Pakar Report.
"Sekarang juga ada aplikasi-aplikasi seperti konsultasi kesehatan, harga pangan dan sebagainya. Perlu ada lagi inovasi-inovasi lainnya ke depan dalam pengembangan SDM dan kemudahan layanan publik secara luas," tutur Aher.
Dalam kesempatan tersebut, Aher memberikan apresiasi kepada BKD Pemprov Jabar yang membuat terobosan berupa program 300 doktor. Sementara untuk lingkungan kantor Pemprov Jabar, Aher menerangkan, inovasi berupa ruang penitipan anak dan pojok laktasi sangat membantu pegawai.
"Itu inovasi sederhana tapi sangat dahsyat. Anak jadi nyaman dan tak terbengkalai, sementara orang tuanya bisa tetap bekerja," kata Aher. (bbn/trw)










































