Gubernur Aher Bicara soal Inovasi, dari e-Musrenbang hingga Program 300 Doktor

Gubernur Aher Bicara soal Inovasi, dari e-Musrenbang hingga Program 300 Doktor

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 20 Apr 2016 16:33 WIB
Gubernur Aher Bicara soal Inovasi, dari e-Musrenbang hingga Program 300 Doktor
Foto: Baban Gandapurnama/detikcom
Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengingatkan seluruh anak buahnya meliputi kepala daerah dan SKPD tingkat provinsi serta kota untuk terus mengembangkan inovasi dan kreasi. Kemajuan teknologi yang semakin melesat perlu diaplikasikan dalam urusan manajemen pengembangan aparatur pemerintah dan pelayanan publik.

"Inovasi dan kreasi enggak boleh dihambat. Jadi ketika orang dari sisi teknis berinovasi dan berkreasi, ya tidak masalah," ucap Aher saat acara pameran dan seminar Self Leadership and Cyber Government On HRD yang digelar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (20/4/2016).

Aher menyebutkan salah satu inovasi dan kreasi yang telah diterapkan Pemprov Jabar berupa musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) secara virtual atau E-Musrenbang. Konsep cyber government tersebut bertujuan untuk efisiensi dan optimalisasi musrenbang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi bupati dan wali kota saat rapat bisa berbicara sepuasnya tanpa perlu tatap muka atau bertemu langsung" ujar Aher.

Berdasarkan survei Pemeringkatan E-Governmnet Indonesia (PEGI) oleh Kemenkominfo pada periode 2010-2014, Jabar berada di urutan pertama tahun 2010 hingga 2013, serta urutan kedua pada 2014. Selain itu, selama lima tahun berturut-turut atau 2010-2015, website Pemprov Jabar memperoleh juara umum Anugrah Media Humas. Lalu pada November 2015 lalu, Pemprov Jabar menyabet penghargaan berkaitan pengadaan elektronik yaitu kategori Kepemimpinan Daerah dalam Transformasi Pengadaan Secara Elektronik, kategori Peran LPSE Provinsi, dan Kategori Inovasi LPSE berupa Aplikasi Pakar Report.

"Sekarang juga ada aplikasi-aplikasi seperti konsultasi kesehatan, harga pangan dan sebagainya. Perlu ada lagi inovasi-inovasi lainnya ke depan dalam pengembangan SDM dan kemudahan layanan publik secara luas," tutur Aher.

Dalam kesempatan tersebut, Aher memberikan apresiasi kepada BKD Pemprov Jabar yang membuat terobosan berupa program 300 doktor. Sementara untuk lingkungan kantor Pemprov Jabar, Aher menerangkan, inovasi berupa ruang penitipan anak dan pojok laktasi sangat membantu pegawai.

"Itu inovasi sederhana tapi sangat dahsyat. Anak jadi nyaman dan tak terbengkalai, sementara orang tuanya bisa tetap bekerja," kata Aher. (bbn/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini