Hampir setiap pagi hari, mulai 100-200 meter sebelum Terminal Cicaheum dari arah Ujungberung, macet. Penyebabnya, keluar masuk angkot dan angkot yang ngetem sembarangan.
Begitupun di sore hari menjelang malam, kerap terjadi kemacetan dari arah Jalan Ahmad Yani dan Jalan PHH Mustofa. Penyebabnya serupa. Angkot hingga bus besar yang ngetem mencari penumpang di pinggir jalan. Padatnya arus kendaraan namun jalan yang sempit karena banyaknya angkot dan bus ngetem, menjadi penyebab kemacetan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Avitia NM/detikcom |
Siang ini, Rabu (20/4/2016), detikcom memantau kawasan Terminal Cicaheum. Di depan terminal terlihat taksi-taksi ngetem di pinggir jalan. Ada petugas kepolisian di sana, tapi tidak bertindak. Taksi yang mengetem dibiarkan.
Di area luar terminal juga semrawut, bunyi klakson dari pengguna jalan lain bersahutan karena kesal dengan angkutan yang ngetem sembarangan. Di seberang jalan, tampak bus dan Elf mengetem di pinggir jalan. Tak ada yang menegur. Hanya sesekali dari pengendara lain yang kesal.
"Ngetem mah dijero atuh euy, tong di jalan (kalau ngetem di dalam terminal, jangan di jalan)," teriak salah satu pengendara motor.
Tak terlihat petugas Dinas Perhubungan yang mengawasi atau mengatur angkutan yang mengetem di kawasan tersebut.
Seorang pengguna jalan, Wiwin (25), mengaku kerap kesal karena kemacetan yang terjadi akibat semrawutnya Terminal Cicaheum. Wiwin merupakan salah satu pengguna angkutan umum yang tinggal di kawasan Ujungberung.
"Udah jalannya sempit, yang ngetem bus besar. Angkot yang ngetem juga suka bikin macet," ujar Wiwin.
Foto: Avitia NM/detikcom |
Wiwin berharap pemerintah khususnya Dinas Perhubungan dan kepolisian bisa lebih tegas mengatur jalanan di sekitar Cicaheum.
"Jangan malah kerjasama dikasih japrem (jatah preman) terus yang pada ngetem dibiarkan begitu saja. Ini setiap hari terjadi, kenapa dibiarkan?" tegasnya.
Potret kemacetan dan tidak tertibnya angkutan umum sudah banyak dikeluhkan masyarakat. Apakah Pemkot Bandung dan kepolisian akan tetap membiarkan? (avn/trw)












































Foto: Avitia NM/detikcom
Foto: Avitia NM/detikcom