Bukit Sampah Cigondewah, Warga: Saya tantang Pak Ridwan Kamil Datang ke Sini

Bukit Sampah Cigondewah, Warga: Saya tantang Pak Ridwan Kamil Datang ke Sini

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 06 Apr 2016 14:39 WIB
Bukit Sampah Cigondewah, Warga: Saya tantang Pak Ridwan Kamil Datang ke Sini
Foto: Baban Gandapurnama/detikcom
Bandung - Kota Bandung baru saja menyabet penghargaan Piala Adipura 2016. Namun penanganan sampah di 'Paris van Java' ini ternyata masih menyisakan masalah. Buktinya di kawasan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, terdapat 'bukit' sampah yang dibiarkan menggunduk selama satu tahun.

Terlepas persoalan rendahnya kedisiplinan masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, warga ingin Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyaksikan langsung problematik sampah sehingga penghargaan Adipura tak ternoda. Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cigondewah Kaler, Usep Yudha Prawira.

Limbah mayoritas jenis sampah rumah tangga dan industri ini berada di lahan kosong dekat area jembatan Tol Purbaleunyi, Jalan Baturengat, RT 1 RW 1, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. "Tentu kami sebagai masyarakat Kota Bandung mendukung program Bandung Juara yang diusung Pemkot," ucap Usep di lokasi 'bukit' sampah, Rabu (6/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bandung kan sudah juara Adipura. Tapi penghargaan Adipura itu jangan ternoda dengan kehadiran 'bukit' sampah di tempat ini," kata Usep menambahkan.

Aksi buang sampah oleh ulah manusia di area tersebut membuat geram Usep dan Tim Kebersihan Cigondewah Kaler. Padahal, lahan itu bukan tempat pembuangan sementara (TPS). "Ini lahan kosong milik Jasa Marga. Oknum warga seenaknya buang sampah sembarang ke sini. Itulah bukti masih banyak warga yang tidak disiplin," ujarnya.

Usep dan Tim Kebersihan bukan mengabaikan sampah-sampah menumpuk. Mereka sudah sering mengangkut dan membersikan aneka rupa limbah di tempat tersebut.

"Tapi tiap hari, sampahnya terus ada. Volumenya semakin banyak," kata Usep.

Memang faktanya, sambung dia, aparat kewilayahan memiliki keterbatasan guna menanggulangi permasalahan 'bukit' sampah. Menurut Usep, petugas Kebersihan dari Cigondewah Kaler hanya memiliki satu armada sepeda motor bak sampah. Tentu saja, dia menjelaskan, tidak cukup tiga hari mengangkut berkubik-kubik sampah jika mengandalkan satu unit motor bak.

Maka itu, Menurut Usep, perlu koordinasi dan kolaborasi antara pemangku kewilayahan serta instansi Pemkot Bandung yang membidangi kebersihan lingkungan untuk segera menuntaskan 'bukit' sampah. "Tolong Pemkot Bandung, dalam hal ini PD Kebersihan, untuk kerja sama dengan kami di kewilayahan. Enggak mungkin penanganan 'bukit' sampah ini diselesaikan oleh tingkat kelurahan dan kecamatan saja," ujar Usep.

Selain itu, Usep berharap Wali Kota Bandung Ridwan Kamil turut mengambil sikap serta melihat fakta sebenarnya di lapangan. "Saya tantang Pak Ridwan Kamil datang ke 'bukit' sampah. Ini loh bukti sampah belum bisa selesai. Pemkot harus selaras dengan slogan 'Bandung Juara'," kata Usep.

Limbah mayoritas jenis sampah rumah tangga dan industri ini berada di area samping jembatan yang di bawahnya merupakan ruas jalan Tol Purbaleunyi. Luas hamparan limbah memiliki panjang 40 meter, lebar 10 meter dan ketebalan 5 meter. (bbn/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads